Ilustrasi. FOTO: Internationalbusinesstribune
Ilustrasi. FOTO: Internationalbusinesstribune

Aktivitas Manufaktur Tiongkok Meningkat di September 2019

Ekonomi ekonomi china tiongkok
Medcom • 05 Oktober 2019 14:04
Beijing: Sektor manufaktur Tiongkok menunjukkan tanda-tanda perbaikan yang tidak terduga dengan dua indeks menunjukkan aktivitas manufaktur naik tipis pada September. Kondisi itu terjadi meskipun tekanan perdagangan sedang berlangsung dengan Amerika Serikat (AS).
 
Mengutip AFP, Sabtu, 5 Oktober 2019, menurut Biro Statistik Nasional, Indeks Pembelian Manajer (PMI) naik dari 49,5 pada Agustus menjadi 49,8 di September atau lebih baik dari yang diperkirakan dalam survei ekonom Bloomberg. Namun, posisi itu tetap di bawah level 50 yang artinya masih ada kontraksi.
 
Tetapi ukuran independen, PMI Manufaktur Caixin Tiongkok lebih optimistis, menunjukkan ada sedikit peningkatan dalam kondisi operasi secara keseluruhan selama September, dengan produksi dan total pesanan baru keduanya meningkat pada laju yang lebih cepat daripada bulan sebelumnya.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


PMI manufaktur Caixin meningkat dari 50,4 pada Agustus menjadi 51,4. Adapun AS dan Tiongkok telah terkunci dalam perang dagang yang menyakitkan selama lebih dari setahun, dengan dua negara ekonomi terbesar di dunia itu mengenakan tarif ratusan miliar dolar dalam perdagangan bilateral.
 
Di sisi lain, perang dagang antara Tiongkok dan Amerika Serikat dinilai merugikan dan berimbas pada banyak negara. Perang tarif ini menjadi yang paling disorot dalam perselisihan dua negara adidaya tersebut.
 
Mantan Perdana Menteri Australia, Malcolm Turnbull, mengatakan bahwa tarif adalah pajak yang dibayarkan konsumen kepada negara yang memberlakukannya. Dia menilai kebijakan proteksionisme yang dilakukan Presiden AS Donald Trump bukan solusi untuk keluar masalah rendahnya nilai pertumbuhan dagang.
 
"Intinya, ketika kita mengurangi tarif dan membuka perdagangan, hal itu akan menciptakan lebih banyak pekerjaan," ucap Turnbull, dalam kuliah umum mengenai Advancing the Australia-Indonesia Economic Relationship di Universitas Indonesia, Depok, Jawa Barat.
 
Turnbull mengatakan Negeri Kanguru telah mempelajari kasus semacam itu beberapa waktu lalu, tepatnya saat Australia masih menerapkan proteksionisme tinggi dalam keuangan.
 
Terkait hubungan Indonesia Australia, khususnya mengenai perjanjian Indonesia-Australia Comprehensive Economic Partnership Agreement (IA-CEPA), Turnbull menilainya sebagai solusi tepat untuk mengurangi imbas dari perang dagang AS-Tiongkok.
 

(ABD)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif