Ilustrasi. FOTO: AFP
Ilustrasi. FOTO: AFP

Dolar AS Terhantam Poundsterling

Ekonomi dolar as
Angga Bratadharma • 14 Desember 2019 11:03
New York: Kurs dolar Amerika Serikat (USD) melemah terhadap poundsterling Inggris pada Jumat waktu setempat (Sabtu WIB), setelah Perdana Menteri Inggris Boris Johnson secara resmi dinyatakan sebagai pemenang Pemilihan Umum (Pemilu) Inggris.
 
Mengutip Xinhua, Sabtu, 14 Desember 2019, indeks dolar, yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama, turun 0,26 persen menjadi 97,1724 pada akhir perdagangan. Pada akhir perdagangan New York, euro naik menjadi USD1,1119 dari USD1,1111 di sesi sebelumnya, dan pound Inggris naik menjadi USD1,3338 dari USD1,3132 di sesi sebelumnya.
 
Dolar Australia jatuh ke USD0,6868 dari USD0,6898. Dolar AS membeli 109,31 yen Jepang, lebih rendah dibandingkan dengan 109,34 yen Jepang pada sesi sebelumnya. Dolar AS turun menjadi 0,9838 franc Swiss dibandingkan dengan 0,9858 franc Swiss, dan naik menjadi 1,3186 dolar Kanada dibandingkan dengan 1,3184 dolar Kanada.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Adapun Johnson, pemimpin Partai Konservatif, telah berjanji untuk menyelesaikan Brexit dan membawa negara itu keluar dari Uni Eropa (UE) pada 31 Januari 2020 untuk mengakhiri ketidakpastian yang telah mengaburkan ekonomi sejak referendum Brexit pada 2016.
 
Di sisi lain, bursa saham Amerika Serikat berakhir lebih tinggi pada Jumat waktu setempat (Sabtu WIB), karena investor mencerna pembaruan tentang perdagangan AS-Tiongkok dan sejumlah data ekonomi. Ada harapan agar perang dagang yang sedang terjadi di antara kedua negara itu bisa segera berhenti demi kepentingan bersama.
 
Indeks Dow Jones Industrial Average naik sebanyak 3,33 poin atau 0,01 persen menjadi 28.135,38. Sedangkan S&P 500 naik 0,23 poin atau 0,01 persen menjadi 3.168,80. Indeks Komposit Nasdaq naik 17,56 poin atau 0,20 persen menjadi 8.734,88.
 
Dari 11 sektor utama S&P 500, sektor utilitas ditutup naik 0,84 persen dan memimpin kenaikan. Wall Street mencermati kemajuan terbaru tentang perjanjian ekonomi dan perdagangan fase satu antara Tiongkok dan Amerika Serikat. Hubungan dagang kedua negara menjadi penting karena berkaitan dengan arah perekonomian dunia.
 
"Ini adalah langkah positif karena Tiongkok adalah mitra dagang utama kami," Peter Tuchman, seorang pedagang berpengalaman di lantai New York Stock Exchange.
 

(ABD)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif