Ilustrasi (SEBASTIAN DERUNGSSEBASTIAN DERUNGS/AFP)
Ilustrasi (SEBASTIAN DERUNGSSEBASTIAN DERUNGS/AFP)

Emas Naik Tajam di Tengah Ketegangan Perdagangan

Ekonomi harga emas emas ekonomi dunia
Angga Bratadharma • 04 Juni 2019 08:02
Chicago: Emas berjangka di divisi COMEX New York Mercantile Exchange naik lebih dari satu persen pada Senin waktu setempat (Selasa WIB). Kondisi itu terjadi karena ketegangan perdagangan antara Amerika Serikat (AS) dan mitra ekonomi utamanya semakin meningkatkan selera safe haven.
 
Mengutip Xinhua, Selasa, 4 Juni 2019, kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Agustus naik USD16,80 atau 1,28 persen menjadi USD1.327,90 per ons. Menyusul kenaikan keempat berturut-turut, emas berjangka telah mencapai level tertinggi sejak akhir Februari.
 
Sementara itu, ketegangan perdagangan yang berkepanjangan di AS telah menyebabkan gejolak pasar saham dan sekarang ancaman tarif administrasi Trump terhadap Meksiko semakin mendorong permintaan emas yang merupakan aset safe haven, kata analis pasar.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Indeks USD, yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama, turun 0,36 persen menjadi 97,40 sebelum penyelesaian emas pada Senin waktu setempat (Selasa WIB). Emas dan USD biasanya bergerak berlawanan arah, yang berarti jika USD turun, emas berjangka akan naik karena emas yang dihargai dalam USD menjadi lebih murah bagi investor.
 
Sedangkan untuk logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman Juli naik 17,3 sen atau 1,19 persen menjadi USD14,74 per ons. Sedangkan platinum untuk pengiriman Juli naik sebanyak USD26,70 atau 3,36 persen menjadi USD820,90 per ons.
 
Di sisi lain, indeks Dow Jones Industrial Average naik sebanyak 4,74 poin atau 0,02 persen menjadi 24.819,78. Sedangkan S&P 500 turun 7,61 poin atau 0,28 persen menjadi 2.744,45. Indeks Komposit Nasdaq turun 120,13 poin atau 1,61 persen menjadi 7.333,02.
 
Presiden AS Donald Trump mengaku ia akan mengenakan tarif lima persen pada semua barang impor Meksiko mulai 10 Juni sehingga dapat menekan negara itu untuk menghentikan migran tidak berdokumen yang melintasi perbatasan, dan secara bertahap akan meningkatkan tarif sampai masalahnya teratasi.
 
Langkah ini telah mendorong para analis untuk menurunkan estimasi pendapatan per saham untuk tahun ini dan memperingatkan resesi ekonomi yang mungkin datang lebih cepat dari perkiraan orang sebelumnya. Tentu kondisi ini perlu diantisipasi sebaik mungkin agar tidak memberikan efek negatif terhadap perekonomian dunia.
 
Sementara itu, Nasdaq jatuh ke wilayah koreksi pada hari Senin, dipimpin lebih rendah oleh penurunan tajam di Alfabet dan Facebook. Saham perusahaan induk Google anjlok 6,11 persen pada penutupan setelah Departemen Kehakiman AS dilaporkan menyelidiki perusahaan teknologi tersebut untuk pelanggaran antimonopoli.
 
Saham Facebook turun 7,51 persen setelah The Wall Street Journal melaporkan bahwa Federal Trade Commission akan dapat melihat praktik Facebook dan bagaimana pengaruhnya terhadap persaingan digital.
 

(ABD)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif