Ilustrasi. FOTO: AFP
Ilustrasi. FOTO: AFP

Dolar AS Kehilangan Pesona di Tengah Keputusan ECB

Ekonomi dolar as
Antara • 13 September 2019 09:31
New York: Kurs dolar Amerika Serikat (USD) melemah terhadap sekeranjang mata uang utama lainnya pada akhir perdagangan Kamis waktu setempat (Jumat WIB). Hal itu terjadi karena investor mencerna serangkaian data ekonomi utama serta keputusan terbaru bank sentral Eropa (ECB) untuk menurunkan suku bunga dan membeli obligasi.
 
Mengutip Antara, Jumat, 13 September 2019, indeks USD, yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama lainnya, turun 0,34 persen menjadi 98,3151 pada akhir perdagangan. Pada akhir perdagangan New York, euro naik menjadi USD1,1073 dari USD1,1007 pada sesi sebelumnya, dan pound Inggris naik menjadi USD1,2345 dari USD1,2324 pada sesi sebelumnya.
 
Dolar Australia naik ke USD0,6866 dibandingkan dengan USD0,6861. Dolar AS dibeli 108,15 yen Jepang, lebih tinggi dibandingkan dengan 107,77 yen Jepang pada sesi sebelumnya. Dolar AS turun menjadi 0,9905 franc Swiss dibandingkan dengan 0,9929 franc Swiss, dan naik menjadi 1,3211 dolar Kanada dibandingkan dengan 1,3193 dolar Kanada.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Dalam pekan yang berakhir 7 September, klaim pengangguran awal turun 15 ribu menjadi 204 ribu dari minggu sebelumnya, Departemen Tenaga Kerja AS mengatakan. Angka itu mencapai level terendah hampir lima bulan. Rata-rata pergerakan empat minggu juga turun 4.250 menjadi 212.500, dari level minggu sebelumnya.
 
Sementara itu, ECB memutuskan untuk memangkas suku bunga simpanan utamanya 10 basis poin menjadi minus 0,5 persen dan meluncurkan program pembelian obligasi besar-besaran pada Kamis waktu setempat (Jumat WIB), untuk menopang perekonomian zona euro yang kendur.
 
Sementara itu, bursa saham Amerika Serikat (AS) ditutup lebih tinggi pada Kamis waktu setempat (Jumat WIB). Kondisi itu terjadi karena Wall Street mencerna keputusan moneter baru dari bank sentral Eropa (ECB), perkembangan terakhir pada skenario perdagangan AS-Tiongkok, dan sejumlah data ekonomi .
 
Indeks Dow Jones Industrial Average naik sebanyak 45,41 poin atau 0,17 persen menjadi 27.182,45. Sedangkan S&P 500 menguat sebanyak 8,64 poin atau 0,29 persen menjadi 3.009,57. Indeks Komposit Nasdaq meningkat 24,79 poin atau 0,30 persen menjadi 8.194,47.
 
Mayoritas dari 30 saham unggulan di Dow Jones diperdagangkan lebih tinggi di sekitar penutupan pasar, dengan saham bellwether perdagangan tradisional 3M naik 1,49 persen, kinerja terbaik kedua dalam penghitungan. Perusahaan semikonduktor, yang pendapatan utamanya bergantung pada perdagangan dengan Tiongkok, juga memperpanjang kenaikan ringan.
 
Sebanyak sembilan dari 11 sektor utama S&P 500 diperdagangkan lebih tinggi di sekitar penutupan pasar, dengan sektor material naik lebih dari 0,7 persen, memimpin para pemenang. Ada harapan agar kondisi penguatan sham ini bisa terus terjadi di masa-masa yang akan datang.
 

(ABD)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif