Ilustrasi. FOTO: MI/IMMANUEL ANTONIUS
Ilustrasi. FOTO: MI/IMMANUEL ANTONIUS

Ketegangan Geopolitik Mereda, Dolar AS Perkasa

Ekonomi dolar as
Angga Bratadharma • 10 Januari 2020 09:29
New York: Kurs dolar Amerika Serikat (USD) menguat pada akhir perdagangan Kamis waktu setempat (Jumat WIB), karena kekhawatiran atas meningkatnya ketegangan di Timur Tengah mereda. Meski demikian, tetap ada risiko ketegangan kembali meningkat sehingga para investor perlu mewaspadainya.
 
Mengutip Xinhua, Jumat, 10 Januari 2020, indeks USD, yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama, naik 0,15 persen menjadi 97,4490. Pada akhir perdagangan New York, euro turun menjadi USD1,1104 dari USD1,1113 di sesi sebelumnya, dan pound Inggris turun menjadi USD1,3058 dari USD1,3101 di sesi sebelumnya.
 
Dolar Australia turun menjadi USD0,6852 dibandingkan dengan USD0,6873. Dolar AS membeli 109,50 yen Jepang, lebih tinggi dibandingkan dengan 109,22 yen Jepang pada sesi sebelumnya. Dolar AS turun menjadi 0,9730 franc Swiss dibandingkan dengan 0,9737 franc Swiss, dan meningkat menjadi 1,3080 dolar Kanada dibandingkan dengan 1,3029 dolar Kanada.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Di sisi lain, bursa saham Amerika Serikat berakhir lebih tinggi pada Kamis waktu setempat (Jumat WIB). Penguatan dapat terjadi karena suasana pasar saham terangkat setelah Presiden AS Donald Trump meremehkan serangan rudal Iran terhadap pasukan AS di Irak.
 
Indeks Dow Jones Industrial Average naik 211,81 poin atau 0,74 persen menjadi 28.956,90. Sedangkan S&P 500 meningkat sebanyak 21,65 poin atau 0,67 persen menjadi 3.274,70. Indeks Komposit Nasdaq naik 74,18 poin atau 0,81 persen menjadi 9.203,43.
 
Saham raksasa teknologi utama AS, termasuk Facebook, Apple, Amazon, dan Google-parent Alphabet, ditutup lebih tinggi, memberikan kontribusi kenaikan pasar. Semua 11 sektor utama S&P 500 naik pada penutupan pasar, dengan teknologi naik 1,13 persen, mengungguli sisanya.
 
Trump mengatakan bahwa tidak ada korban yang dihasilkan dari serangan rudal Iran di Irak pada Selasa waktu setempat, mengirimkan sinyal de-eskalasi sambil mengancam Teheran dengan sanksi baru. Dalam konteks ini, ada harapan agar ketegangan tidak kembali terjadi demi kepentingan bersama.
 
"Tidak ada orang Amerika yang terluka dalam serangan semalam oleh rezim Iran. Kami tidak menderita korban," kata Trump, dalam pidato yang disiarkan televisi setelah Iran meluncurkan lebih dari selusin rudal balistik di pangkalan-pangkalan Irak yang menampung pasukan AS.
 
Presiden AS Donald Trump juga menunjukkan sikap menahan diri dalam sambutannya, dengan mengatakan bahwa Iran sepertinya mundur, yang merupakan hal yang baik untuk semua pihak yang berkepentingan. AS menyerang konvoi di Bandara Internasional Baghdad, menewaskan Jenderal Iran Qassem Soleimani, memicu kemarahan dan ancaman balasan dari Teheran.
 

(ABD)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif