Ilustrasi (FOTO: AFP)
Ilustrasi (FOTO: AFP)

Minyak Dunia Jatuh Akibat Perang Dagang AS-Tiongkok

Ekonomi minyak mentah
31 Mei 2019 08:02
New York: Harga minyak dunia jatuh hampir empat persen ke level terendah dalam lebih dari dua bulan. Hal itu terjadi karena penurunan yang lebih kecil dari perkiraan dalam persediaan minyak mentah Amerika Serikat (AS) dan kekhawatiran perlambatan ekonomi global akibat perang dagang Amerika Serikat dengan Tiongkok.
 
Mengutip Antara, Jumat, 31 Mei 2019, minyak mentah berjangka Brent turun USD2,58 atau 3,7 persen menjadi USD66,87 per barel. Sementara minyak mentah berjangka AS, West Texas Intermediate (WTI), turun USD2,22 atau 3,8 persen menjadi ditutup pada USD56,59 per barel. Itu adalah tingkat penutupan terendah untuk Brent sejak 12 Maret dan WTI sejak 8 Maret.
 
Untuk bulan ini, Brent berada di jalur penurunan sekitar delapan persen dan WTI akan jatuh sekitar 11 persen, yang akan menjadi penurunan bulanan pertama untuk kedua kontrak dalam lima bulan terakhir. Brent atas WTI, sementara itu turun menjadi sekitar USD10 per barel, jatuh dari tertinggi dalam lebih dari empat tahun di USD11,59.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Badan Informasi Energi AS mengatakan stok minyak mentah AS turun hampir 300.000 barel pekan lalu, lebih rendah dari perkiraan analis untuk penurunan 900.000 barel dalam jajak pendapat, dan jauh di bawah penarikan 5,3 juta barel American Petroleum Institute (API).
 
Penurunan minggu lalu mengurangi persediaan minyak mentah dari tertinggi sejak Juli 2017 yang terlihat pada minggu sebelumnya, tetapi pada 476,5 juta barel, mereka masih sekitar 5,0 persen di atas rata-rata lima tahun untuk tahun ini.
 
"Laporan persediaan minyak telah menambah sentimen bearish yang berlaku di sesi perdagangan hari ini," kata Kepala Analis Interfax Energy Abhishek Kumar, di London.
 
Ia mengatakan kekhawatiran sisi permintaan yang muncul dari perang perdagangan AS-Tiongkok yang sedang berlangsung diperkirakan tetap menjadi pendorong utama yang membebani harga minyak. "Perang perdagangan AS-Tiongkok yang meningkat merupakan risiko bagi pasar minyak," kata Bernstein Energy dalam sebuah catatan.
 
Seorang diplomat senior Tiongkok membandingkan aksi perdagangan dari Washington dengan terorisme ekonomi terbuka. Bernstein Energy mengatakan di bawah skenario perang perdagangan penuh, permintaan minyak global akan tumbuh hanya 0,7 persen pada tahun ini, setengah dari perkiraan saat ini.
 
Harga minyak tahun ini telah didukung oleh pengurangan produksi dari Organisasi Negara-Negara Pengekspor Minyak (OPEC) dan produsen utama lainnya, serta oleh penurunan pasokan dari anggota OPEC Iran dan Venezuela karena sanksi Amerika Serikat.
 
Ekspor minyak mentah Iran pada Mei turun hingga kurang dari setengah level April di sekitar 400.000 barel per hari (bph), setelah Amerika Serikat memperketat sanksi terhadap sumber pendapatan utama Teheran. Iran perlu mengekspor setidaknya 1,5-2,0 juta barel per hari minyak mentah untuk menyeimbangkan pembukuannya.
 

(ABD)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif