Ilustrasi (FOTO: AFP)
Ilustrasi (FOTO: AFP)

Minyak Dunia Melonjak 8%

Ekonomi minyak mentah
27 Desember 2018 08:03
New York: Harga minyak dunia melonjak pada akhir perdagangan Rabu waktu setempat (Kamis WIB), membukukan kenaikan harian terkuat dalam lebih dari dua tahun sekaligus berbalik dari penurunan tajam yang menekan minyak mentah ke posisi terendah sejak 2017.
 
Mengutip Antara, Kamis, 27 Desember 2018, minyak mentah AS, West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Januari, menetap di USD46,22 per barel, naik USD3,69 atau 8,7 persen. Sekalipun dengan kenaikan hari itu, minyak mentah AS masih kehilangan hampir 40 persen dari penutupan tertinggi Oktober di posisi lebih dari USD76 per barel.
 
Sementara itu, patokan internasional, minyak mentah Brent untuk pengiriman Januari, naik sebanyak USD4,0 atau 8,0 persen menjadi di posisi USD54,47 per barel. Brent sebelumnya jatuh ke posisi USD49,93 atau terendah sejak Juli 2017.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Minyak mentah AS dan Brent naik sekitar delapan persen, kenaikan satu hari terbesar sejak 30 November 2016, ketika OPEC menandatangani perjanjian penting untuk memangkas produksi. Belum jelas apakah pembelian lebih lanjut akan mendorong harga lebih tinggi lagi, setelah meja-meja perdagangan dipenuhi lebih banyak staf setelah tahun baru dimulai.
 
Minyak mentah telah terperangkap dalam pelemahan pasar yang lebih luas, karena penutupan Pemerintah AS, tingkat suku bunga AS yang lebih tinggi dan perselisihan perdagangan AS-Tiongkok mencemaskan para para investor dan memperburuk kekhawatiran atas pertumbuhan global.
 
"Pasar masih benar-benar mengkhawatirkan permintaan. Aksi jual tidak menandakan kekuatan kepercayaan dalam permintaan, tapi kami masih berjalan terlalu cepat. Kami masih percaya USD45 terlalu rendah," kata Wakil Presiden Intelijen Pasar DrillingInfo Bernadette Johnson, di Denver.
 
Penjualan baru-baru ini terasa kurang didorong secara fundamental dan lebih merupakan fungsi dari krisis pasar secara keseluruhan karena meningkatnya volatilitas ekuitas dan meningkatnya kekhawatiran makro telah membebani sejumlah kelas-kelas aset, tulis analis di Tudor, Pickering & Holt.
 

 

(ABD)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi