Harga Minyak Dunia Lanjutkan Terjun Bebas
Ilustrasi (FREDERIC J. BROWN/AFP)
New York: Harga minyak dunia terus jatuh pada Kamis waktu setempat (Jumat WIB), karena peningkatan yang lebih besar dari perkiraan di stok minyak mentah Amerika Serikat (AS) terus membebani pasar. Di sisi lain, negara anggota OPEC terus berupaya mendorong agar harga minyak berada di level yang tinggi.

Mengutip Xinhua, Jumat, 19 Oktober 2018, West Texas Intermediate untuk pengiriman November turun USD1,10 untuk menetap di USD68,65 per barel di New York Mercantile Exchange. Sementara minyak mentah Brent untuk pengiriman Desember kehilangan USD0,76 menjadi USD79,29 per barel di London ICE Futures Exchange.

Administrasi Informasi Energi (EIA) AS mengatakan dalam laporan mingguan bahwa stok minyak mentah negara itu naik sebanyak 6,5 juta barel pekan lalu, jauh di atas ekspektasi pasar dan memperpanjang kenaikannya ke empat minggu berturut-turut.

Aksi jual besar-besaran di pasar ekuitas global juga membuat investor gelisah, dengan semua tiga indeks utama AS merosot lebih dari 1,7 persen pada akhir perdagangan pada Kamis. Kondisi itu tidak ditampik memberikan efek terhadap gerak investasi lainnya, termasuk dolar Amerika Serikat (USD).



Di sisi lain, indeks Dow Jones Industrial Average turun 327,23 poin atau 1,27 persen, menjadi 25.379,45. Sedangkan S&P 500 turun sebanyak 40,43 poin atau 1,44 persen, menjadi 2,768.78. Indeks Nasdaq Composite turun 157,56 poin atau 2,06 persen, menjadi 7,485.14.

Caterpillar dan IBM masing-masing turun 3,92 persen dan 2,61 persen, memimpin lambannya di Dow Jones. Sembilan dari 11 sektor utama S&P 500 ditutup lebih rendah, dengan konsumen discretionary dan teknologi turun lebih dari dua persen, memimpin yang kalah. Aksi jual yang luas di saham teknologi membebani Nasdaq.

Di antara alasan untuk menjual pada Kamis waktu setempat adalah kekhawatiran tentang kenaikan suku bunga dan kekhawatiran atas pertumbuhan ekonomi global, para ahli mencatat. Kesemuanya itu menimbulkan ketidakpastian dan akhirnya memberikan beban terhadap pasar saham Amerika Serikat.

 



(ABD)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id