Gedung The Fed (AFP/Brendan Smialowski)
Gedung The Fed (AFP/Brendan Smialowski)

Penaikan Suku Bunga AS Tidak Hambat Pertumbuhan Ekonomi

Ekonomi ekonomi amerika the fed
Angga Bratadharma • 15 Desember 2018 20:05
New York: Alan Blinder, yang menjabat sebagai Wakil Ketua Federal Reserve selama Pemerintahan Clinton, mengkritik langkah terbaru Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump yang meminta agar bank sentral AS untuk tidak menaikkan suku bunga acuan lagi. Padahal, penaikan suku bunga menjadi penting untuk meredam sejumlah risiko yang bisa muncul.
 
Dalam sebuah kesempatan, Trump mengatakan akan menjadi bodoh bagi the Fed untuk kembali menaikkan suku bunga acuan. Pasalnya, suku bunga acuan yang terus naik memberikan efek terhadap pertumbuhan ekonomi. Adapun kritikan terus terlontar dari Trump kepada the Fed dan meminta untuk menahan suku bunga.
 
"Tidak. Tentu saja dia salah karena dia salah tentang banyak hal. Apa yang dilupakan dalam pernyataan seperti itu adalah the Fed sedang atau masih pada akselerator moneter," kata Blinder, ketika ditanya apakah langkah Trump sudah benar, seperti dikutip dari CNBC, Sabtu, 15 Desember 2018.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Trump, dalam sebuah wawancara, menggambarkan ekonomi Amerika Serikat sebagai sebuah kapal roket yang sedang naik. Adapun Blinder menilai perumpamaan itu berlebihan. "Tapi ekonomi AS sangat kuat. Kami tidak perlu akselerator moneter tertekan sekarang," tuturnya.
 
Blinder, yang juga seorang profesor ekonomi di Princeton University, percaya the Fed akan melawan keinginan Presiden Trump dan menaikkan suku bunga acuan pada pertemuan kebijakan moneter terakhir pada 2018 minggu depan. Namun, data tenaga kerja dan tingkat inflasi menjadi di antara indikator utama untuk the Fed menentukan sikap kebijakan moneternya.
 
"Kami semakin dekat dengan target di bawah netral yang Ketua the Fed Jerome Powell katakan dua minggu lalu," kata Blinder.
 
Setelah kenaikan terbaru suku bunga acuan pada September, the Fed telah memperkirakan adanya tiga penaikan suku bunga acuan pada 2019. Tetapi dengan adanya tanda-tanda kelemahan dalam indikator ekonomi dan gejolak baru di Wall Street, pasar menempatkan peluang rendah pada setiap kenaikan suku bunga acuan di tahun depan.
 
"Jika Anda pesimistis dalam ekonomi saat ini, Anda dapat menemukannya di sana-sini terutama di perumahan. Namun, pasar selalu melebih-lebihkan apa yang mereka lihat," kata Blinder, yang menunjuk kondisi pasar tenaga kerja yang kuat sebagai alasan untuk tidak terlalu khawatir tentang pertumbuhan.
 

 

(ABD)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif