Harga Minyak Dunia Melesat
Ilustrasi (FOTO: AFP)
New York: Harga minyak dunia melonjak lebih tinggi pada Jumat waktu setempat (Sabtu WIB). Hal itu terjadi setelah Organization of the Petroleum Exporting Countries (OPEC), Rusia, dan beberapa produsen lainnya mencapai kesepakatan untuk memangkas produksi tahun depan guna meningkatkan stabilitas pasar.

Mengutip CNBC, Sabtu, 8 Desember 2018, minyak mentah Brent, patokan internasional untuk harga minyak, naik USD1,61 atau 2,7 persen menjadi USD61,67 per barel. Brent sebelumnya naik lebih dari lima persen menjadi USD63,73. Sedangkan West Texas Intermediate AS mengakhiri sesi dengan naik USD1,12 atau 2,2 persen ke level USD 52,61 per barel.

Kesepakatan baru datang pada saat pasar minyak mendekati bagian bawah harga terburuknya sejak krisis keuangan 2008. Harga minyak telah turun lebih dari 30 persen dari tertinggi pada awal Oktober, dihantam oleh kekhawatiran tentang kelebihan pasokan, kelemahan di pasar global, dan perdagangan teknis yang memperburuk harga minyak.

OPEC dan sekutu-sekutunya sepakat untuk mengurangi produksi minyak hingga 1,2 juta bpd selama enam bulan pertama 2019. Pemotongan produksi kira-kira sejalan dengan pertemuan yang dilakukan di Wina, Austria. Sedangkan pengamat komoditas berharap aliansi tersebut memangkas 1 juta hingga 1,4 juta barel per hari dari pasar.

Perusahaan riset energi Wood Mackenzie memperkirakan penurunan produksi minyak akan memperketat pasar pada kuartal ketiga 2019 dan menyebabkan Brent naik kembali di atas USD70 per barel. Hal ini sesuai dengan keinginan OPEC dan para sekutunya agar harga minyak bisa berada di level yang tinggi lagi.

"Ini akan membantu produsen bersaing dengan kekuatan pertumbuhan pasokan AS pada 2019, ketika kami memperkirakan peningkatan secara tahun ke tahun sebesar 2,4 juta barel per hari dalam produksi non-OPEC karena pasokan AS terus meningkat tajam," kata Wakil Presiden Minyak Makro Wood Mackenzie Ann-Louise Hittle.

Amerika Serikat telah memompa minyak cukup signifikan sepanjang waktu dan mendekati 11,7 juta barel per hari, menurut angka awal pemerintah. Pekan lalu, negara itu mengekspor lebih banyak minyak dan bahan bakar olahan daripada diimpor untuk pertama kalinya dalam beberapa dekade.



(ABD)

metro tv
  • Opsi Opsi
  • kick andy Kick Andy
  • economic challenges Economic Challenges
  • 360 360

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id