Wall Street Ditutup Lebih Tinggi
Ilustrasi (AFP PHOTO/Bryan R. Smith)
New York: Saham-saham di Wall Street ditutup lebih tinggi pada penutupan perdagangan Rabu waktu setempat (Kamis WIB). Kondisi itu karena para investor mempertimbangkan sejumlah data ekonomi utama, di mana sehari sebelumnya turun tajam akibat kekhawatiran gejolak politik di Italia.

Mengutip Antara, Kamis, 31 Mei 2018, indeks Dow Jones Industrial Average meningkat 306,33 poin atau 1,26 persen menjadi berakhir di 24.667,78 poin. Indeks S&P 500 meningkat 34,15 poin atau 1,27 persen, menjadi ditutup di 2.724,01 poin. Indeks Komposit Nasdaq berakhir 65,86 poin atau 0,89 persen lebih tinggi, menjadi 7.462,45 poin.

Sektor swasta AS menambahkan 178 ribu lapangan pekerjaan pada Mei, gagal memenuhi konsensus pasar sebesar 190 ribu, menurut Laporan Ketenagakerjaan Nasional yang dirilis oleh ADP Research Institute. Angka ADP secara luas dilihat sebagai pra-indikator untuk laporan gaji non-pertanian yang akan dirilis pada Jumat 1 Juni.

Sementara itu, Produk Domestik Bruto (PDB) riil AS meningkat pada tingkat tahunan 2,2 persen pada kuartal pertama 2018, menurut perkiraan kedua yang dirilis oleh Departemen Perdagangan. Ekonomi tumbuh 2,9 persen pada kuartal keempat tahun lalu.



Para investor juga terus khawatir tentang situasi politik di Italia. Dengan langkah tegas untuk mengakhiri sementara kebuntuan sepanjang 85 hari, Presiden Italia Sergio Mattarella pada Senin 28 Mei menunjuk ekonom Carlo Cottarelli sebagai perdana menteri baru Italia.

Cottarelli diminta untuk membentuk kabinet teknis yang dapat memimpin negara itu untuk melaksanakan pemilu -baik di akhir 2018 atau awal 2019- setelah upaya-upaya anti kemapanan Gerakan Bintang Lima (M5S) dan Liga sayap kanan untuk membentuk pemerintah gagal.

Di sisi lain, patokan AS, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Juli, naik USD1,48 menjadi menetap di USD68,21 per barel di New York Mercantile Exchange. Sementara itu, minyak mentah Brent untuk pengiriman Juli, bertambah USD2,11 menjadi ditutup pada USD77,50 per barel di London ICE Futures Exchange.

 



(ABD)