Negara di Asia Dinilai Banyak Merugi Akibat Perang Dagang
Ilustrasi (ANTARA FOTO/Wahyu Putro A)
New York: Perekonomian Asia seperti Taiwan, Korea Selatan, dan Asia Tenggara dapat terpukul parah jika ketegangan perdagangan antara Amerika Serikat (AS) dan Tiongkok memanas lebih lanjut, para ahli memperingatkan. Tentu ada harapan agar ketegangan perdagangan bisa mereda dan tidak terjadi perang dagang.

"Negara-negara tersebut merupakan eksportir terbesar barang ke Tiongkok, yang kemudian merakit potongan-potongan itu menjadi produk jadi untuk dikirim ke tujuan akhir seperti AS," kata Ekonom Senior Asia Capital Economics Gareth Leather, seperti dikutip dari CNBC, Kamis, 21 Juni 2018.

Contoh barang yang dimaksudkan termasuk cip semikonduktor dan layar. Komponen-komponen tersebut biasanya diproduksi di lokasi berbeda di Asia sebelum dikirim ke Tiongkok untuk dirakit menjadi produk seperti telepon seluler dan komputer.

Baik Tiongkok maupun AS telah memberikan ancaman yang terus ditingkatkan untuk memberlakukan tarif atas produk masing-masing. Sementara daftar akhir barang yang terkena dampak belum diketahui, analis JP Morgan menulis dalam sebuah catatan bahwa produk elektronik kemungkinan akan dimasukkan.



Apabila pengenaan tarif benar-benar diberlakukan oleh Presiden AS Donald Trump maka akan mengakibatkan penurunan ekspor Tiongkok ke AS dan nantinya memberi efek terhadap negara-negara lain di Asia. Tentu diharapkan sentimen negatif ini bisa ditekan sedemikian rupa.

"Berdasarkan sifatnya, produk tersebut sangat bergantung pada rantai pasokan yang terintegrasi secara ketat. Untuk itu, ini akan menyebarkan setiap kejutan perdagangan ke kawasan itu," kata analis JP Morgan.

Ancaman tersebut datang pada saat pasar negara berkembang termasuk di Asia telah terpukul oleh arus modal keluar dan telah melihat mata uang mereka melemah dalam prosesnya. Tapi sampai barang yang ditargetkan diketahui, sulit untuk mengukur dampak yang sebenarnya yang dapat dilihat oleh ekonomi Asia, kata para ahli.


 



(ABD)