Ilustrasi. Foto: AFP.
Ilustrasi. Foto: AFP.

Harga Minyak Mentah Melaju ke USD56/Barel

Ekonomi minyak mentah
Antara • 14 Februari 2020 08:04
New York: Harga minyak naik tipis pada akhir perdagangan Kamis (Jumat pagi WIB). Investor berharap produsen terbesar dunia akan memangkas produksi lebih banyak, sementara mereka mengabaikan perkiraan permintaan merosot karena wabah virus korona di pengimpor minyak terkemuka Tiongkok.
 
Mengutip Antara, Jumat, 14 Februari 2020, harga minyak mentah berjangka Brent untuk pengiriman April naik USD0,55 atau 1,0 persen menjadi USD56,34 per barel. Sementara minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Maret ditutup USD0,25 atau 0,5 persen lebih tinggi menjadi USD51,42 per barel.
 
Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC) menurunkan perkiraan permintaan 2020 untuk minyak mentahnya sebesar 200 ribu barel per hari, mendorong ekspektasi kelompok produsen dan sekutunya, yang dikenal sebagai OPEC+, dapat memangkas produksi lebih lanjut.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Rusia telah cukup banyak mengisyaratkan bahwa semuanya dalam OPEC+ memberikan pengurangan produksi lebih dalam. Harga minyak mentah mungkin menunjukkan posisi terendah kuat di tempat. Selama virus korona tidak menunjukkan tanda-tanda kuat bahwa penyebaran virus semakin meningkat, minyak mentah WTI dapat mencapai pertengahan USD50-an,"kata Edward Moya, analis pasar senior di OANDA di New York.
 
Permintaan minyak di Tiongkok, konsumen minyak mentah terbesar kedua di dunia, telah jatuh karena pembatasan perjalanan dan karantina.
 
Provinsi Hubei, pusat wabah, pada Kamis melaporkan jumlah kasus baru yang dikonfirmasi di sana melonjak 14.840 menjadi 48.206 pada 12 Februari dan bahwa kematian naik pada rekor harian 242 menjadi 1.310.
 
Pengilangan minyak China National Chemical Corp mengatakan akan menutup pabrik 100 ribu barel per hari dan memotong pengolahan di dua pabrik lainnya di tengah penurunan permintaan bahan bakar.
 
Badan Energi Internasional (IEA) memperkirakan permintaan minyak pada kuartal pertama akan turun untuk pertama kalinya dalam 10 tahun, sebelum naik mulai kuartal kedua. Badan ini memangkas proyeksi pertumbuhan global setahun penuh menjadi 825 ribu barel per hari.
 
"(Perlu) dicatat bahwa proyeksi ini untuk saat ini mengasumsikan pemulihan bentuk V dalam permintaan minyak, dengan sebagian besar penurunan terkonsentrasi pada kuartal pertama 2020," analis BNP Paribas Harry Tchilinguirian mengatakan kepada Reuters Global Oil Forum.
Brent dan WTI telah jatuh lebih dari 20 persen dari puncaknya pada Januari karena wabah penyakit.
 
Ekspektasi permintaan bahan bakar yang lebih rendah telah menggeser struktur pasar untuk Brent dan WTI menjadi sebuah contango --di mana harga cepat lebih rendah daripada yang akan datang kemudian. Spread enam bulan kontrak berjangka Brent diselesaikan sekitar minus 26 sen.
 

(AHL)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif