Ilustrasi (FOTO: AFP)
Ilustrasi (FOTO: AFP)

Yuan Tiongkok Terlibas Penguatan Dolar AS

Ekonomi ekonomi china tiongkok
06 Maret 2019 13:05
Beijing: Sistem Perdagangan Valuta Asing Tiongkok mengungkapkan kurs tengah nilai tukar mata uang Tiongkok renminbi atau yuan melemah sebanyak 55 basis poin menjadi 6,7053 terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada Rabu.
 
Mengutip Antara, Rabu, 6 Maret 2019, di pasar spot valuta asing Tiongkok, yuan diperbolehkan naik atau turun sebesar dua persen dari tingkat paritas tengahnya setiap hari perdagangan. Kurs tengah yuan terhadap USD didasarkan pada rata-rata tertimbang harga yang ditawarkan oleh pelaku pasar sebelum pembukaan pasar uang antarbank pada setiap hari kerja.
 
Sementara itu, kurs USD terus menguat terhadap sejumlah mata uang utama lainnya pada akhir perdagangan Selasa waktu setempat (Rabu WIB). Hal itu terjadi karena para pelaku pasar mencerna beberapa data ekonomi yang lebih kuat dari perkiraan.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Indeks USD, yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama lainnya, naik 0,19 persen menjadi 96,8699 pada akhir perdagangan. Pada akhir perdagangan New York, euro turun jadi USD1,1302 dari USD1,1330 pada sesi sebelumnya, dan poundsterling Inggris tidak berubah ke USD1,3170 dari USD1,3170 pada sesi sebelumnya.
 
Dolar Australia turun menjadi USD0,7085 dibandingkan dengan USD0,7086. Sedangkan USD dibeli 111,89 yen Jepang, lebih tinggi dibandingkan dengan 111,74 yen Jepang pada sesi sebelumnya. Kemudian USD juga naik menjadi 1,0045 franc Swiss dibandingkan dengan 0,9996 franc Swiss, dan menguat menjadi 1,3345 dolar Kanada dari 1,3315 dolar Kanada.
 
Di sisi lain, indeks Dow Jones Industrial Average turun 13,02 poin atau 0,05 persen menjadi 25.806,63 poin. Indeks S&P 500 turun 3,16 poin atau 0,11 persen 2.789,65 poin. Indeks Komposit Nasdaq ditutup berkurang 1,21 poin atau 0,02 persen, menjadi 7.576,36 poin.
 
Menurut perusahaan jasa keuangan AS Jefferies Financial Group saham Revlon menukik lebih dari 21 persen di sekitar penutupan pasar, setelah raksasa kosmetik AS itu mencatat penurunan penjualan 15 persen dalam periode empat minggu yang berakhir pada 23 Februari.
 
Tetapi saham Target, pengecer AS, naik hampir 4,6 persen tak lama setelah penutupan pasar, karena perusahaan membukukan laba kuartal keempat yang mengalahkan perkiraan Wall Street dan perkiraan laba setahun penuh yang lebih baik dari perkiraan untuk 2019.
 
Sebanyak delapan dari 11 sektor utama S&P 500 diperdagangkan dengan catatan suram, dengan sektor industri merosot lebih dari 0,6 persen, memimpin penurunan di antara kelompok.
 
Presiden Federal Reserve Bank of Boston Eric Rosengren pada Selasa waktu setempat menekankan pengamatan bersabar tentang bagaimana ekonomi AS berkembang dan manajemen risiko-risiko yang hati-hati dalam hal kebijakan moneter the Fed lebih lanjut.
 

(ABD)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif