Ilustrasi (Spencer Platt/AFP)
Ilustrasi (Spencer Platt/AFP)

Volatilitas Pasar Saham AS Dinilai Tidak Normal

Ekonomi wall street ekonomi amerika
Angga Bratadharma • 29 Desember 2018 20:01
New York: Berdasarkan California State Teachers' Retirement System (CalSTRS), yang memiliki aset lebih dari USD200 miliar, investor harus berhati-hati karena lonjakan pasar baru-baru ini jauh dari kondisi normal. Hal itu sejalan dengan pasar saham yang sempat jatuh sebanyak 600 poin lalu tiba-tiba melesat 1.000 poin.
 
"Beberapa hari terakhir adalah volatilitas abnormal. Volatilitas yang kami lihat sebelumnya ada pada Oktober dan November dan saya katakan itu sudah diperkirakan," kata Kepala Investasi CalSTRS Christopher Ailman, seperti dikutip dari CNBC, Sabtu, 29 Desember 2018.
 
Komentar Ailman muncul setelah sesi liar di Wall Street. Dow Jones Industrial Average ditutup 260 poin lebih tinggi pada Kamis waktu setempat (Jumat WIB), menghapus penurunan 611 poin dari perdagangan di hari sebelumnya. Reli juga diikuti dengan indeks saham unggulan yang membukukan kenaikan terbesar dalam sejarah.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Pergerakan itu terjadi setelah Wall Street mencatat kinerja Malam Natal terburuknya pada Senin waktu setempat (Selasa WIB). "Itu biasanya hari yang tenang dan gila jika melihat penurunan seperti itu," kata Ailman.
 
Investor menjadi gelisah akhir-akhir ini karena mereka khawatir tentang beberapa hal seperti kemungkinan kesalahan kebijakan moneter dari Federal Reserve, penutupan Pemerintah Amerika Serikat (AS) yang sedang berlangsung, pembicaraan perdagangan AS-Tiongkok, dan kemungkinan perlambatan ekonomi.
 
Meski demikian, Ailman menilai, investor bisa melihat instrumen lain seperti di pasar oblogasi untuk melihat petunjuk mengenai situasi dan kondisi perekonomian di masa mendatang dibandingkan dengan hanya melihat pasar saham.
 
"Imbal hasil obligasi telah bertahan di sana (tidak berfluktuasi). Volatilitas pasar saham terlalu ekstrem dalam lingkungan ini," tukas Ailman seraya menambahkan bahwa dirinya mencatat ekonomi masih dalam kondisi stabil.
 

 

(ABD)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif