Managing Director (Ketua) IMF Christine Lagarde saat berbincang dengan Menteri Keuangan Sri Mulyani. (FOTO: AFP)
Managing Director (Ketua) IMF Christine Lagarde saat berbincang dengan Menteri Keuangan Sri Mulyani. (FOTO: AFP)

Sri Mulyani Jadi Menkeu Terbaik, Lagarde: Selamat Sahabatku

Ekonomi sri mulyani
Ade Hapsari Lestarini • 03 Januari 2019 12:14
Jakarta: Managing Director International Monetary Fund (IMF) Christine Lagarde mengucapkan selamat atas keberhasilan Sri Mulyani yang dinobatkan menjadi menteri keuangan terbaik.
 
Sri Mulyani Indrawati mendapatkan penghargaan sebagai Global and Asia Pacific Finance Minister of The Year 2019. Penghargaan ini diberikan majalah keuangan The Banker yang dimiliki oleh Financial Times.
 
Dalam akun media sosial Twitter-nya, Lagarde mengucapkan selamat kepada sahabatnya tersebut. Menurutnya, itu merupakan hasil yang bagus.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Selamat untuk sahabatku Sri Mulyani Indrawati yang dinobatkan menjadi Menteri Keuangan terbaik oleh The Banker. Kerja bagus. Pantas mendapatkannya @KemenkeuRI," cuit Lagarde, seperti dikutip Medcom.id, Kamis, 3 Januari 2019.
 

Sri Mulyani dianggap mampu menjaga perekonomian Indonesia di tengah sejumlah bencana alam yang terjadi tahun lalu. Menurut The Banker, Sri Mulyani mampu memodernisasi respons Indonesia terhadap bencana.
 
"Pada 2018, Indonesia menghadapi tragedi tetapi negara ini mempertahankan ketahanannya di bawah bimbingan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati," sebagaimana dilansir dari The Banker, Kamis, 3 Januari 2019.
 
Pada 2018, Sri Mulyani melakukan pembiayaan bencana dan asuransi baru untuk merespons bencana alam yang terjadi di Lombok Nusa Tenggara Barat (NTB). Pemerintah mengasuransikan berbagai aset negara dari ancaman bencana alam mulai tahun ini.
 
Indonesia selalu mengandalkan anggaran untuk menanggulangi bencana alam yang terjadi. Bahkan The Banker menilai Indonesia menghabiskan Rp3,1 triliun setiap tahun untuk dana darurat sebagai perbaikan bencana.
 
Tak hanya itu, kementerian di bawah kepemimpinan Sri Mulyani juga harus menghadapi musibah tragedi jatuhnya pesawat Lion Air. Sejumlah pegawai Kemenkeu menjadi korban Lion Air JT-610 dengan penerbangan Jakarta-Pangkal Pinang Oktober lalu.
 
"Sementara bergulat dengan tragedi kemanusiaan, negara ini masih mencatatkan pertumbuhan yang mengesankan. Defisit produk domestik bruto untuk 2018 diperkirakan sekitar 1,86 persen, lebih rendah dibandingkan 2,19 persen yang diperkirakan dalam APBN 2018," ungkap The Banker.
 

 

(AHL)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif