Ilustrasi (FOTO: AFP)
Ilustrasi (FOTO: AFP)

Harga Minyak Dunia Naik ke USD62,70/Barel

Ekonomi minyak mentah
Angga Bratadharma • 19 Januari 2019 09:02
New York: Harga minyak dunia melonjak pada Jumat waktu setempat (Sabtu WIB), karena turunnya jumlah rig Amerika Serikat (AS) mengurangi beberapa kekhawatiran atas kekenyangan global. Sejauh ini, negara anggota OPEC dan sekutunya tengah mengurangi kelebihan pasokan guna menjaga stabilitas harga minyak.
 
Mengutip Xinhua, Sabtu, 19 Januari 2019, minyak West Texas Intermediate untuk pengiriman Februari menambahkan USD1,73 menjadi di USD53,80 per barel di New York Mercantile Exchange. Sementara minyak mentah Brent untuk pengiriman Maret naik USD1,52 menjadi ditutup pada USD62,70 per barel di London ICE Futures Exchange.
 
Hitungan rig AS turun 25 rig dari minggu lalu ke 1.050, menurut data yang dirilis oleh perusahaan jasa ladang minyak Baker Hughes pada Jumat. Harga minyak naik sekitar empat persen minggu ini, membukukan kenaikan minggu ketiga berturut-turut menyusul keruntuhan tiga bulan.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Di sisi lain, indeks Dow Jones Industrial Average melonjak 336,25 poin atau 1,38 persen menjadi 24.706,35. Sedangkan indeks S&P 500 naik 34,75 poin atau 1,32 persen menjadi 2.670,71. Indeks Komposit Nasdaq naik 72,76 poin atau 1,03 persen menjadi 7.157,23.
 
Saham yang sensitif terhadap perdagangan, Caterpillar dan Boeing masing-masing naik 2,18 persen dan 1,57 persen, di antara saham yang berkinerja terbaik dalam indeks 30-saham. Semua 11 sektor S&P 500 utama maju, karena energi dan industri memimpin kinerja lebih tinggi.
 
Sebanyak delapan dari 11 kelompok meningkat lebih dari satu persen. Teknologi naik sekitar 1,5 persen, meningkatkan Nasdaq. Saham Tesla jatuh 12,97 persen, memimpin penurunan di Nasdaq. Perusahaan itu dilaporkan memangkas jumlah staf waktu penuh sekitar tujuh persen ketika meningkatkan produksi sedan Model 3-nya.
 
Saham Netflix merosot sekitar empat persen. Raksasa streaming online AS ini melaporkan hasil kuartal keempat yang beragam pada Kamis. Sejauh ini, gerak pasar saham AS masih stabil meski masih ada beberapa risiko yang salah satunya belum berhentinya perang dagang.
 

 

(ABD)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif