Tiongkok (AFP/GREG BAKER).
Tiongkok (AFP/GREG BAKER).

Gubernur BI: Anjloknya Ekonomi Tiongkok Peluang Buat RI

Ekonomi tiongkok
Husen Miftahudin • 04 Maret 2019 17:22
Jakarta: Gejolak perekonomian global di tahun lalu membuat ekonomi di banyak negara merosot, Tiongkok salah satunya. Di 2018, ekonomi Negeri Tirai Bambu itu hanya tumbuh 6,6 persen.
 
Bahkan, kata Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo, pelemahan ekonomi Tiongkok akan berlanjut di tahun ini. Berdasarkan beberapa proyeksi lembaga dunia, ekonomi Tiongkok di 2019 berada di posisi 6,3 persen.
 
"Padahal dulu Tiongkok sangat kuat. Ini karena terjadi leveraging sehingga mereka melakukan langkah restrukturisasi di BUMN dan sektor keuangan. Oleh karena itu pertumbuhan ekonominya turun," ujar Perry dalam sebuah diskusi di Hotel Dharmawangsa, Jakarta Selatan, Senin, 4 Maret 2019.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Menurut Perry, kondisi tersebut berdampak signifikan terhadap perekonomian Indonesia. Wajar, sebab Tiongkok merupakan mitra dagang terbesar RI. Bila ekonomi Tiongkok menurun, maka permintaan terhadap komoditas dari Indonesia juga mengalami penurunan.
 
Namun, hal itu bukan rintangan yang tidak dapat dihindarkan. Perry bilang, Indonesia justru bisa mengambil kesempatan dalam momentum pelemahan ekonomi Negeri Tirai Bambu tersebut.
 
"Sebagai orang dewasa, kita tidak boleh menyerah. Kita bisa ambil kesempatan dari menurunnya ekonomi Tiongkok," tegasnya.
 
Perry menjelaskan, perekonomian Tiongkok yang merosot membuat banyak investor mencari negara-negara lain. Asia Tenggara jadi potensi terbesar dari pengalihan relokasi industri-industri Tiongkok.
 
"Perang dagang AS-Tiongkok itu pernah terjadi di Jepang di 1980-an, karena itu mereka relokasi industri ke South East Asia, termasuk Indonesia. Itu yang harus kita tangkap dari menurunnya ekonomi Tiongkok," ungkap Perry.
 
Salah satu peluang yakni dengan menarik investor Tiongkok untuk membangun fasilitas pengolahan dan pemurnian barang tambang (smelter). Selain itu, perkembangan keuangan digital di Indonesia juga menjadi daya tarik bagi investor Tiongkok untuk menanamkan modalnya di Indonesia.
 
"Saya baru dari Beijing, mereka bilang mau masuk ke konstuksi dan ekonomi keuangan digital. Ini kesempatan, opportunity dari menurunnya ekonomi Tiongkok. Mari kita tangkap (peluang) di berbagai bidang," pungkas Perry.

 

(SAW)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif