Ilustrasi (AFP Ed Jones)
Ilustrasi (AFP Ed Jones)

AS-Tiongkok Capai Kesepakatan Teks Perjanjian Dagang

Ekonomi ekonomi amerika ekonomi china tiongkok as-tiongkok Perang dagang
Angga Bratadharma • 06 April 2019 21:06
Washington: Wakil Perdana Menteri Tiongkok Liu He mengatakan kesepakatan baru telah dicapai antara Tiongkok dan Amerika Serikat (AS) mengenai teks perjanjian perdagangan yang sedang mereka negosiasikan. Diharapkan kata sepakat secara keseluruhan bisa segara didapatkan antara kedua negara guna menghilangkan efek negatif selama ini.
 
Mengutip CNBC, Sabtu, 6 April 2019, Liu memimpin satu delegasi ke Washington untuk bertemu dengan para pejabat AS terkait putaran negosiasi tingkat tinggi lainnya ketika kedua pihak berusaha mengakhiri konflik perdagangan yang berpotensi menghancurkan. Pada Kamis waktu setempat (Jumat WIB), Liu bertemu dengan Presiden AS Donald Trump di Gedung Putih.
 
Presiden Tiongkok Xi Jinping, melalui pesan yang disampaikan oleh Liu, mengatakan kepada Trump bahwa kedua belah pihak telah membuat kemajuan baru dan substansial pada masalah-masalah utama mengenai perdagangan pada bulan lalu. Xi berharap kedua pihak terus bekerja sama untuk menyelesaikan pembicaraan tentang teks perdagangan secepat mungkin.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Kita akan tahu selama empat minggu ke depan jika kedua negara memiliki kesepakatan," kata Trump.
 
AS dan Tiongkok yang merupakan dua ekonomi terbesar di dunia terlibat dalam pertarungan tarif yang dimulai tahun lalu. Administrasi Trump memberlakukan tarif tambahan pada USD250 miliar impor Tiongkok. Sementara Beijing menampar bea atas barang-barang Amerika USD110 miliar.
 
Perwakilan dari kedua negara telah bertemu untuk mengatasi perbedaan mereka dalam masalah-masalah seperti ketidakseimbangan perdagangan dan dugaan transfer teknologi paksa dari perusahaan-perusahaan Amerika ke mitra-mitra Tiongkok mereka. Ketegangan antara AS dan Tiongkok telah mengguncang pasar global dan menghantam aktivitas ekonomi di seluruh dunia.
 
Perdana Menteri Tiongkok Li Keqiang sebelumnya mengatakan ekonomi Tiongkok telah beroperasi secara baik sejak awal tahun dengan munculnya perubahan positif dan ekspektasi pasar yang meningkat secara signifikan. Diharapkan kondisi ini terus membaik di masa-masa yang akan datang sejalan dengan mitigasi risiko yang lebih maksimal.
 
Li membuat pernyataan di pleno pembukaan konferensi tahunan Forum Boao untuk Asia (BFA) di Boao, sebuah kota pantai di Provinsi Hainan, Pulau Selatan Tiongkok. Data dari dua bulan pertama menunjukkan indikator ekonomi utama, termasuk lapangan kerja, harga konsumen, dan neraca pembayaran internasional, tetap stabil.
 
Sementara itu, lanjutnya, investasi aset tetap pulih dengan baik, indeks kepercayaan konsumen dan indeks pesanan baru untuk sektor manufaktur naik tajam, dan transaksi di pasar saham tetap aktif. Pada Maret, pembangkit listrik dan konsumsi mencatat pertumbuhan dua digit dan perdagangan luar negeri dan transportasi kargo melaporkan pertumbuhan yang lebih cepat.
 
Namun, Li mencatat, ketidakstabilan dan ketidakpastian tampak meningkat dengan risiko yang ditimbulkan secara eksternal menguat dan pertumbuhan ekonomi bulanan dan triwulanan mungkin melihat tingkat volatilitas tertentu. Sejumlah antisipasi patut dilakukan agar tidak memberikan efek negatif.
 

(ABD)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif