Ilustrasi. FOTO: AFP
Ilustrasi. FOTO: AFP

Dolar AS Melonjak Tipis

Ekonomi dolar as
Antara • 20 November 2019 09:30
New York: Kurs dolar Amerika Serikat (USD) sedikit menguat terhadap sekeranjang mata uang utama lainnya pada akhir perdagangan Selasa waktu setempat (Rabu WIB), pada kecepatan untuk menghentikan penurunan beruntun tiga hari karena berlanjutnya ketidakjelasan tentang pembicaraan perdagangan AS-Tiongkokmembuat investor berhati-hati.
 
Mengutip Antara, Rabu, 20 November 2019, indeks USD, yang membandingkan dolar terhadap enam mata uang utama, naik 0,05 persen. Indeks dolar AS telah turun 0,6 persen selama tiga sesi terakhir. "Itu semua datang pada ketidakpastian perdagangan," kata Juan Perez, pedagang valuta asing senior dan ahli strategi di Tempus Inc.
 
Harapan telah meningkat bahwa Washington dan Beijing akan menandatangani apa yang disebut kesepakatan fase satu bulan ini untuk mengurangi perang dagang selama 16 bulan mereka, tetapi harapan itu mengalami kemunduran setelah CNBC melaporkan bahwa Tiongkok pesimistis tentang menyetujui sebuah kesepakatan.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Amerika Serikat akan menaikkan tarif impor Tiongkok jika tidak ada kesepakatan dicapai dengan Beijing untuk mengakhiri perang dagang, Presiden AS Donald Trump mengatakan pada Selasa waktu setempat, mengancam peningkatan percekcokan yang telah merusak pertumbuhan ekonomi di seluruh dunia.
 
"Sementara dolar didukung oleh data ekonomi AS baru-baru ini, greenback mungkin berada dalam beberapa kelemahan," kata Perez.
 
"Bank-bank sentral tidak dapat memberikan insentif untuk saham lebih tinggi, sehingga selera-risiko berkurang dan uang dapat terus turun berdasarkan fakta bahwa ekonomi Amerika memang lebih lambat dan kemampuan Fed untuk memuaskan siapa pun dipertanyakan," tambah Perez.
 
Investor sedang menunggu rilis risalah pada Rabu dari pertemuan kebijakan terbaru Federal Reserve (the Fed), dengan bank sentral AS memangkas suku bunga untuk ketiga kalinya tahun ini tetapi mengisyaratkan tidak akan ada pengurangan lebih lanjut kecuali jika ekonomi menjadi lebih buruk.
 
"Saya memperkirakan beberapa perbedaan pendapat. Mungkin Anda akan melihat kekhawatiran bahwa pemotongan suku bunga lebih lanjut membuat mereka memiliki sedikit ruang untuk memangkas jika tanda-tanda ekonomi resesi memanifestasikan diri mereka," kata Perez.
 
Terhadap yen Jepang, dolar melemah 0,12 persen pada hari itu. Di tempat lain, dolar Australia turun setelah risalah dari pertemuan kebijakan Reserve Bank of Australia menunjukkan bank sentral mempertimbangkan pemotongan suku bunga bulan ini. Namun Australia pulih untuk diperdagangkan naik 0,28 persen terhadap greenback.
 
Poundsterling diperdagangkan 0,27 persen lebih lemah, tetapi mendekati level tertinggi enam bulan terhadap dolar AS karena para pedagang tetap memperkirakan bahwa Partai Konservatif yang berkuasa akan mendapatkan mayoritas di parlemen Inggris setelah pemilihan bulan depan.
 

(ABD)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif