Ilustrasi. FOTO: Spencer Platt/AFP
Ilustrasi. FOTO: Spencer Platt/AFP

Wall Street Ambruk saat Virus Tiongkok Capai AS

Ekonomi wall street
Antara • 22 Januari 2020 07:04
New York: Wall Street melemah pada akhir perdagangan Selasa waktu setempat (Rabu WIB), mundur dari rekor tertingginya ketika wabah virus dari Tiongkok ditemukan di daratan Amerika (AS) dan Dana Moneter Internasional (IMF) menurunkan perkiraan pertumbuhan ekonomi globalnya.
 
Mengutip Antara, Rabu, 22 Januari 2020, indeks Dow Jones Industrial Average turun 152,06 poin atau 0,52 persen menjadi berakhir di 29.196,04 poin. Indeks S&P 500 kehilangan 8,83 poin atau 0,27 persen, menjadi ditutup pada 3.320,79 poin. Indeks Komposit Nasdaq berkurang 18,14 poin atau 0,19 persen, menjadi berakhir di 9.370,81 poin.
 
Ketiga indeks utama saham AS turun setelah beberapa hari mencapai rekor penutupan tertinggi dan kenaikan satu minggu terbaik dalam beberapa bulan. Indeks memperpanjang kerugian mereka setelah Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDCP) mengonfirmasi kasus virus korona AS yang pertama, yang kini telah menewaskan enam orang di Tiongkok.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Kami melihat risiko utama diperkenalkan ke pasar dan kapan pun ada ketidakpastian baru, kami melihat lebih banyak volatilitas dan pelarian ke aset-aset berkualitas serta investor melarikan diri dari aset-aset berisiko," kata Ahli strategi Pasar Senior Allianz Investment Management Charlie Ripley, di Minneapolis.
 
"Berita hari ini seputar virus korona adalah pengingat bahwa risiko tetap ada, dan itu adalah sesuatu yang akan diperhatikan oleh investor dalam beberapa minggu dan bulan mendatang," tambah Ripley.
 
Dengan wabah yang terjadi sesaat sebelum tahun baru Tiongkok, berita itu memukul keras saham-saham terkait perjalanan. Indeks NYSE Arca Airline turun 2,8 persen. United Airlines jatuh 4,4 persen, sementara Carnival Corp turun 2,3 persen.
 
Operator hotel dan kasino Las Vegas Sands Corp dan Wynn Resorts Ltd, keduanya memiliki operasi yang cukup besar di Tiongkok, mengakhiri sesi masing-masing terpuruk 5,4 persen dan 6,1 persen. Saham baja, yang memiliki eksposur cukup besar ke Tiongkok, juga jatuh dengan United States Steel Corp merosot 5,2 persen.
 
Boeing Co menjadi beban terberat pada saham-saham unggulan Dow, sahamnya jatuh 3,3 persen setelah laporan pembuat pesawat 737 MAX mungkin tidak mendapat persetujuan untuk kembali ke layanan sampai Juni atau Juli.
 
Dalam berita lain, IMF memangkas perkiraan pertumbuhan ekonomi global untuk 2020 dan 2021, dengan Direktur Pelaksana IMF Kristalina Georgiev mengutip efek jangka panjang dari perang perdagangan AS dan Tiongkok yang memuncak serta perlambatan yang lebih tajam dari perkiraan di India dan pasar negara berkembang lainnya.
 
Dari 11 sektor utama dalam S&P 500 tujuh mengakhiri sesi di zona merah, dengan energi, industri dan material mengalami penurunan persentase terbesar. Sektor real estat memimpin kenaikan. Musim laporan laba kuartal keempat terus berlanjut, dengan 46 perusahaan di S&P 500 telah melaporkan. Dari mereka, 71,7 persen telah mengalahkan ekspektasi para analis.
 

(ABD)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif