Ilustrasi. FOTO: AFP
Ilustrasi. FOTO: AFP

Wall Street Tumbang di Tengah Ketegangan Geopolitik

Ekonomi wall street
Angga Bratadharma • 08 Januari 2020 07:19
New York: Bursa saham Amerika Serikat (AS) berakhir lebih rendah pada Selasa waktu setempat (Rabu WIB). Kondisi itu terjadi karena Wall Street menimbang risiko geopolitik yang muncul usai serangan udara yang dilakukan AS terhadap seorang Jenderal Iran pada minggu lalu.
 
Mengutip Xinhua, Rabu, 8 Januari 2020, indeks Dow Jones Industrial Average turun sebanyak 119,70 poin atau 0,42 persen menjadi 28.583,68. Sedangkan S&P 500 turun 9,10 poin atau 0,28 persen menjadi 3.237,18. Indeks Komposit Nasdaq turun 2,88 poin atau 0,03 persen menjadi 9.068,58.
 
Semua 11 sektor S&P 500 utama berubah negatif pada penutupan, dengan real estat dan konsumen turun masing-masing 1,19 persen dan 0,73 persen, memimpin penurunan. Di sisi data, Departemen Perdagangan melaporkan, pesanan pabrik AS turun 0,7 persen pada November untuk menandai penurunan ketiga dalam empat bulan.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Indeks non-manufaktur AS naik menjadi 55 persen pada Desember dari pembacaan November 53,9 persen, menurut Institute for Supply Management. Angka di atas 50 persen dipandang positif bagi perekonomian. Sedangkan di bawah 50 menandakan perekonomian sedang kontraksi.
 
Pada Jumat lalu, sebuah pesawat AS menyerang konvoi di Bandara Internasional Baghdad, menewaskan Qassem Soleimani, Komandan Pasukan Quds dari Korps Pengawal Revolusi Islam Iran. Pembunuhan itu memicu kemarahan dan ancaman balas dendam dari Teheran.
 
Sementara itu, Presiden AS Donald Trump mengancam menjatuhkan sanksi berat kepada Irak jika berani mengusir pasukan Amerika Serikat dari negara tersebut. Ancaman dilayangkan usai Parlemen Baghdad menyerukan agar semua personel militer AS angkat kaki dari Irak.
 
Meningkatnya ketegangan antar kedua negara dipicu kematian Jenderal Iran, Qassem Soleimani. Soleimani tewas di tanah Irak dalam sebuah serangan udara AS pada Jumat 3 Januari. Berbicara dari pesawat kepresidenan, Trump mengatakan sanksi akan dijatuhkan jika Irak meminta pasukan AS pergi secara tidak baik-baik.
 
"Sanksi yang belum pernah ada sebelumnya akan dijatuhkan. Sanksi tersebut akan membuat sanksi Iran terlihat jauh lebih ringan," pungkas Trump.
 

(ABD)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif