Mnuchin: AS Membuat Kemajuan yang Sangat Berarti dengan Tiongkok

Angga Bratadharma 26 Mei 2018 16:07 WIB
ekonomi amerikaekonomi chinationgkokas-tiongkokPerang dagang
Mnuchin: AS Membuat Kemajuan yang Sangat Berarti dengan Tiongkok
Menteri Keuangan Amerika Serikat Steve Mnuchin (KENA BETANCUR/AFP)
Washington: Menteri Keuangan Amerika Serikat (AS) Steven Mnuchin memasang wajah positif pada negosiasi perdagangan antara AS dengan Tiongkok. Bahkan, ia mengklaim pembicaraan yang dilakukan sejauh ini telah menghasilkan manfaat nyata yang ujungnya mampu menekan terjadinya perang dagang.

"Saya pikir kami telah membuat kemajuan yang sangat berarti. Sekarang terserah kita berdua (AS-Tiongkok) untuk memastikan bahwa kita bisa menerapkannya," ungkap Mnuchin, seperti dikutip dari CNBC, Sabtu, 26 Mei 2018.

Komentarnya datang di tengah pergolakan antara kedua negara atas keadaan perdagangan, sebuah isu kunci yang Presiden Trump telah bersumpah untuk menyelesaikannya. Para pejabat AS telah bertemu dan bernegosiasi dengan rekan-rekan Tiongkok mengenai berbagai masalah, termasuk pada teknologi, produk pertanian, dan energi.

Kedua belah pihak telah memutuskan untuk memundurkan kebijakan pengenaan tarif tinggi yang memberikan ancaman terhadap lebih dari lusinan produk. Bahkan, Mnuchin mengatakan, Tiongkok juga memutuskan tidak menindaklanjuti janji-janjinya.



"Jika segala sesuatunya tidak diperbaiki dan kami tidak mendapatkan apa yang kami inginkan, Presiden (Trump) selalu dapat mengembalikan (pengenaan) tarif (yang tinggi)," tegas Mnuchin.

Selama putaran awal pembicaraan bulan ini di Beijing, Washington menuntut Tiongkok mengurangi surplus perdagangannya sebesar USD200 miliar. Tidak ada angka dolar yang dikutip dalam pernyataan bersama negara-negara pada Sabtu. Kedutaan Besar Tiongkok di Washington tidak membalas permintaan untuk komentar atas pernyataan Mnuchin.

Ketegangan antara kedua belah pihak telah berkembang sejak administrasi Trump mengusulkan tarif sebesar USD50 miliar untuk barang-barang Tiongkok dan mengatakan akan memperpanjang pungutan tambahan sebesar USD150 miliar. Tiongkok menanggapi dengan langkah-langkahnya sendiri yang menargetkan pertanian AS.

 



(ABD)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id