Tiongkok (AFP/GREG BAKER).
Tiongkok (AFP/GREG BAKER).

Manufaktur Indonesia Bisa Mulai Jajah Pasar Tiongkok

Ekonomi tiongkok ekspor-impor
Annisa ayu artanti • 21 Januari 2019 15:30
Jakarta: Peralihan ekonomi Tiongkok dari produksi menjadi konsumsi membuka peluang Indonesia untuk lebih meningkatkan kinerja sektor manufaktur pada tahun ini. Head of Mandiri Institute Moekti Soejachmoen mengatakan, negeri Tirai Bambu itu bisa menjadi pasar yang cukup bagus untuk menyalurkan barang-barang hasil produk dalam negeri.
 
"Kalau sekarang pola ekonomi mereka dari production menjadi konsumsi, maka impor mereka akan lebih banyak ke barang-barang konsumsi. (Kondisi) Ini kita perlu mulai fokus ke sektor manufaktur," kata Moekti di Plaza Mandiri, Jakarta, Senin, 21 Januari 2019.
 
Menurutnya, Indonesia sering kali tertinggal dalam memanfaatkan kondisi global. Seharusnya dengan mengetahui kebutuhan pasar lebih awal, sektor manufaktur dapat lebih masif untuk memasarkan produk-produk ke Tiongkok. "Jangan sampai ketinggalan lagi," ujar dia.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Di sisi lain, lanjut Moekti, Indonesia juga harus bisa mengurangi ketergantungan terhadap sektor komoditas. Pasalnya harga komoditas cenderung fluktuatif sedangkan sektor manufaktur lebih stabil dan bisa menyerap tenaga kerja yang besar.
 
Dia memperkirakan pada tahun ini, harga minyak dunia diperkirakan bergerak di level USD60 per barel dan batu bara USD100 per ton. "Manufaktur itu lebih stabil dan biasanya kontraknya jangka panjang. dan penyerapan tenaga kerja di manufaktur lebih besar," sebut dia.
 

(SAW)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif