Harga Minyak Dunia Jatuh
Ilustrasi (AFP PHOTO/Jonathan NACKSTRAND)
New York: Harga minyak dunia jatuh ke titik terendah baru pada Jumat waktu setempat (Sabtu WIB), karena pasar kewalahan oleh kekhawatiran terus-menerus atas pasokan yang berlebihan. Kondisi ini bukan tidak mungkin bisa mengganggu stabilitas yang nantinya memengaruhi harga minyak.

Mengutip Xinhua, Sabtu, 24 November 2018, harga minyak merosot USD3,43 atau 6,28 persen menjadi USD51,2 pada pukul 11:45 pagi ET (1645 GMT), menandai tingkat terendah dalam lebih dari satu tahun dan menenggelamkan minyak mentah ke pasar beruang selama hampir dua bulan.

Kekhawatiran terus-menerus tentang kelebihan pasokan telah mengguncang sentimen investor, karena Arab Saudi mengatakan produksi minyaknya pada November akan melampaui produksi Oktober sebesar 10,6 juta barel per hari, menurut Menteri Energi Arab Saudi Khalid al Falih.

Sedangkan laporan mingguan terbaru dari Administrasi Informasi Energi AS juga memperburuk situasi saat ini, karena stok minyak mentah AS memperoleh putaran baru peningkatan 4,9 juta barel pekan lalu, memperpanjang kenaikannya ke pekan kesembilan.

Di sisi lain, indeks Dow Jones Industrial Average turun 178,74 poin menjadi 24.285,95 dan S&P 500 mundur sebanyak 0,65 persen menjadi 2.632,56. Sedangkan Nasdaq Composite merosot sebanyak 0,5 persen menjadi ditutup pada 6.938,98.

Indeks Dow Jones dan S&P 500 membukukan kinerja terburuk sejak Black Friday 2010. Sedangkan Nasdaq mengalami Black Friday terburuk sejak 2011. Untuk minggu ini, semua indeks utama turun lebih dari tiga persen. Mereka juga mengalami kerugian terbesar untuk satu minggu Thanksgiving sejak 2011.

"Saya tidak berpikir bahwa reli sudah berakhir tetapi saya pikir kita sudah dekat dengan akhir siklus. Rasanya agak tidak aman.," kata CEO Esposito Securities Mark Esposito, seraya menambahkkan pertumbuhan laba melambat, volatilitas pasar yang lebih tinggi, dan pertumbuhan ekonomi yang tersendat sebagai tanda siklus mata uang mungkin akan berakhir.

Facebook, Amazon, Apple, Netflix, dan Google-parent Alphabet semuanya jatuh pada Jumat waktu setempat (Sabtu WIB). Saham-saham ini, yang membentuk perdagangan "FAANG" populer, semua jatuh setidaknya 5,7 persen hingga penutupan Rabu waktu setempat.



(ABD)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id