USD Hantam Dua Mata Uang Utama Dunia

23 Oktober 2018 09:45 WIB
dolar as
USD Hantam Dua Mata Uang Utama Dunia
Ilustrasi (TED ALJIBE/AFP)
New York: Kurs dolar Amerika Serikat (USD) menguat pada akhir perdagangan Senin waktu setempat (Selasa WIB), karena poundsterling Inggris jatuh di saat berita bahwa negosiasi Brexit dengan Uni Eropa mengenai Irlandia Utara masih berubah. Selain itu, euro terus merosot di tengah ketidakpastian politik atas anggaran Italia.

Indeks USD, yang mengukur greenback terhadap sekeranjang enam mata uang lainnya, naik 0,36 persen pada perdagangan Senin waktu setempat, berakhir di 96,003. Sedangkan poundsterling turun 0,73 persen di sesi Amerika Utara pada 1,277 dolar, melanjutkan penurunan yang dimulai pada awal pekan lalu.

"USD bergerak didukung poundsterling dan euro," kata Kepala Strategi Valuta Asing Global Credit Suisse Shahab Jalinoos, seperti dikutip Antara, Selasa, 23 Oktober 2018.

Perdana Menteri Theresa May mengatakan sebagian besar kesepakatan Inggris untuk keluar dari Uni Eropa telah disetujui tetapi mengulangi penentangannya terhadap proposal Uni Eropa mengenai perbatasan Irlandia, menurut kutipan dari pernyataannya kepada Parlemen.

Dengan hanya lebih dari lima bulan sampai Inggris dijadwalkan keluar dari Uni Eropa, pembicaraan telah terhenti akibat ketidaksepakatan tentang apa yang disebut backstop Irlandia Utara, sebuah jaminan kebijakan untuk memastikan tidak akan kembali ke perbatasan keras di Irlandia jika hubungan perdagangan masa depan tidak disepakati pada waktunya.

Euro gagal mempertahankan kenaikan awal sesi karena investor fokus pada kemungkinan ketidakpastian politik lebih lanjut di Eropa atas rencana anggaran pengeluaran Italia, meskipun ada penurunan besar dalam biaya pinjaman Pemerintah Italia. Moody`s menurunkan peringkat kredit Italia pada Jumat tetapi secara tak terduga mempertahankan prospek stabil.

Kondisi itu terjadi bersama dengan komentar-komentar yang lebih damai dari para pejabat Italia bahwa mereka siap untuk duduk dengan pejabat-pejabat Uni Eropa dan tidak berniat untuk memperluas defisit melampaui tahun anggaran 2019, mendorong permintaan untuk surat utang Italia setelah dilanda aksi jual selama berminggu-minggu.



(ABD)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id