Ilustrasi. FOTO: AFP
Ilustrasi. FOTO: AFP

Harga Minyak Dunia Melonjak

Ekonomi minyak mentah
Angga Bratadharma • 17 September 2019 08:02
New York: Harga minyak dunia melonjak pada Senin waktu setempat (Selasa WIB), setelah serangan pesawat tak berawak menghantam fasilitas minyak utama Arab Saudi dan memaksa negara itu untuk memotong setengah dari produksi minyak mentahnya.
 
Mengutip Xinhua, Selasa, 17 September 2019, West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Oktober naik USD8,05 menjadi USD62,9 per barel di New York Mercantile Exchange. Minyak mentah Brent untuk pengiriman November naik USD8,8 menjadi USD69,02 per barel di London ICE Futures Exchange, London.
 
Serangan pesawat tak berawak dilaporkan terjadi pada Sabtu dini hari dengan beberapa ledakan di pabrik Aramco Saudi di Khurais dan Abqaiq di timur negara itu. Menurut perkiraan ledakan itu menyebabkan terganggunya sejumlah pasokan minyak mentah yang diperkirakan mencapai 5,7 juta barel, atau sekitar 50 persen dari produksi perusahaan.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Sementara itu, saham-saham Amerika Serikat (AS) runtuh pada Senin waktu setempat (Selasa WIB). Pelemahan itu terjadi karena sentimen pasar dipengaruhi oleh serangan drone terhadap fasilitas minyak di Arab Saudi selama akhir pekan yang memicu ketidakstabilan pasar minyak dunia.
 
Indeks Dow Jones Industrial Average turun sebanyak 142,70 poin atau 0,52 persen menjadi 27.076,82. Sedangkan S&P 500 turun sebanyak 9,43 poin atau 0,31 persen menjadi 2.997,96. Indeks Komposit Nasdaq turun 23,17 poin, atau 0,28 persen, menjadi 8.153,54.
 
Sebanyak delapan dari 11 sektor S&P 500 utama berakhir lebih rendah, dengan bahan dan diskresi konsumen masing-masing turun 1,63 persen dan 1,31 persen, memimpin penghambat. Namun saham energi melonjak sebanyak 3,29 persen.
 
Harga minyak naik secara signifikan pada Senin karena serangan akhir pekan di ladang minyak Saudi menyebabkan gangguan produksi minyak di wilayah tersebut, yang juga mengintensifkan kekhawatiran perlambatan ekonomi global.
 
Bahkan lonjakan sementara harga minyak dapat mengganggu, terutama pada saat ekonomi global sudah menunjukkan kelemahan dari penyebab lain, catat beberapa ahli. Saham General Motors ditutup turun 4,25 persen di tengah pemogokan setelah negosiasi kontrak antara pembuat mobil dan United Auto Workers mogok.
 

(ABD)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif