Ilustrasi. FOTO: AFP
Ilustrasi. FOTO: AFP

AS-Tiongkok Teken Kesepakatan, Dow dan S&P Melesat

Ekonomi wall street
Antara • 16 Januari 2020 07:03
New York: Indeks Dow Jones berakhir di atas 29.000 untuk pertama kalinya pada Rabu waktu setempat (Kamis WIB) dan S&P 500 juga ditutup pada rekor tertinggi. Hal itu setelah Amerika Serikat (AS) dan Tiongkok menandatangani perjanjian perdagangan fase satu dan berjanji untuk menyelesaikan sengketa tarif yang telah mengguncang Wall Street lebih dari setahun.
 
Mengutip Antara, Kamis, 16 Januari 2020, indeks Dow Jones Industrial Average meningkat 90,55 poin atau 0,31 persen, menjadi berakhir di 29.030,22 poin. Indeks S&P 500 naik 6,14 poin atau 0,19 persen, menjadi ditutup di 3.289,29 poin. Indeks Komposit Nasdaq bertambah 7,37 poin atau 0,08 persen, menjadi berakhir di 9.258,70 poin.
 
Sebanyak delapan dari 11 sektor utama S&P 500 ditutup lebih tinggi, dengan utilitas naik 1,41 persen, memimpin keuntungan. Sementara sektor energi turun 0,67 persen, merupakan sektor dengan kinerja terburuk.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Inti dari gencatan senjata perang perdagangan adalah janji oleh Tiongkok untuk membeli setidaknya USD200 miliar tambahan produk pertanian AS serta barang dan jasa lainnya selama dua tahun, lebih dari USD186 miliar dalam pembelian pada 2017.
 
Perjanjian perdagangan membuka jalan bagi investor untuk fokus pada laporan laba kuartalan yang akan datang, termasuk prospek yang diberikan perusahaan-perusahaan setelah kesepakatan.
 
"Tidak ada pertanyaan dari sudut pandang psikologis, ini sangat melegakan pasar. Masih ada CEO yang meragukan, tetapi ini mungkin membantu investasi modal, dan itu adalah mata rantai penghilangan terbesar untuk ekonomi selama beberapa tahun terakhir," kata Kepala Ekonom Pasar Spartan Capital Securities Peter Cardillo, di New York.
 
Sedangkan Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengklaim akan menghapus semua tarif AS pada impor Tiongkok segera setelah kedua negara menyelesaikan perjanjian perdagangan fase dua, di mana negosiasi akan segera dimulai.
 
"Saya yakin ketika orang membedah (perjanjian), akan ada kritik tentang itu -itu tidak cukup, atau tidak melakukan ini, atau apapun. Tetapi pasar, seandainya tidak ditandatangani (kesepakatan dagang antara AS-Tiongkok) akan bereaksi negatif," kata Kepala Eksekutif Horizon Investment Services Chuck Carlson.
 
Tiga indeks saham utama menyerahkan rekor tertinggi intraday awal, karena laporan laba mengecewakan dari Bank of America mendorong indeks keuangan S&P turun 0,55 persen. Bank of America Corp melaporkan laba kuartalan yang lebih baik dari perkiraan, tetapi memperingatkan pendapatan bunga bersih yang lemah pada paruh pertama 2020.
 
UnitedHealth Group Inc, perusahaan asuransi kesehatan terbesar di AS, naik 2,8 persen karena menegaskan prospek setahun penuh untuk pendapatan yang disesuaikan 2020. Indeks kesehatan S&P naik 1,0 persen. Pengecer Target Corp merosot 6,6 persen setelah kehilangan harapannya sendiri untuk penjualan musim liburan 2019.
 

 

(ABD)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif