Penguatan USD Tekan Harga Emas Dunia
Ilustrasi (FOTO: AFP)
Chicago: Emas berjangka di divisi Comex New York Mercantile Exchange menetap lebih rendah pada akhir perdagangan Rabu waktu setempat (Kamis WIB), tertekan kurs dolar Amerika Serikat (USD) yang lebih kuat. Kontrak emas yang paling aktif untuk pengiriman Juni, turun USD2,40 atau 0,19 persen menjadi ditutup di USD1.289,60 per ounce.

Mengutip Antara, Kamis, 24 Mei 2018, indeks dolar USD, ukuran greenback terhadap sekeranjang mata uang utama lainnya, naik sebanyak 0,45 persen menjadi 94,01 pada pukul 16.13 GMT. USD terus menguat sejalan dengan membaiknya perekonomian AS dan naiknya imbal hasil surat utang Pemerintah AS.

Emas dan USD biasanya bergerak berlawanan arah. Ketika USD menguat maka emas berjangka akan turun, karena emas yang dihargakan dalam USD menjadi kurang menarik bagi para investor yang menggunakan mata uang lainnya.



Sementara itu, indeks Dow Jones Industrial Average mundur sebanyak 151,27 poin atau 0,61 persen, menjadi 24.683,14 poin pada pukul 16.24 GMT. Penurunan di pasar saham telah menahan kejatuhan emas lebih lanjut.

Namun demikian, emas berjangka reli selama perdagangan elektronik setelah Federal Reserve AS merilis risalah pertemuan kebijakan moneter terbarunya, yang banyak investor lihat sebagai kurang agresif.

Adapun logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman Juli turun 17 sen AS atau 1,03 persen, menjadi menetap di USD16,405 per ounce. Platinum untuk penyerahan Juli turun USD8,0 atau 0,88 persen, menjadi ditutup di USD900,80 per ounce.

 



(ABD)