USD Rontok Usai Data Kenaikan Upah AS
Ilustrasi (TED ALJIBE/AFP)
New York: Kurs dolar Amerika Serikat (USD) melemah pada akhir perdagangan Jumat waktu setempat (Sabtu WIB). Kondisi itu terjadi setelah data untuk September menunjukkan kenaikan lapangan pekerjaan AS lebih rendah dari perkiraan, sementara kenaikan upah melambat secara tahunan yang mengurangi kekhawatiran tentang kenaikan besar inflasi.

Mengutip Antara, Sabtu, 6 Oktober 2018, pada akhir perdagangan New York, euro meningkat menjadi USD1,1525 dibandingkan dengan USD1,1513 pada sesi sebelumnya, dan pound Inggris naik menjadi USD1,3109 dibandingkan dengan USD1,3023 di sesi sebelumnya. Dolar Australia turun menjadi USD0,7051 dibandingkan dengan USD0,7074.

Sementara itu, USD dibeli 113,73 yen Jepang, lebih rendah dibandingkan dengan 113,86 yen Jepang pada sesi sebelumnya. Kemudian USD turun menjadi 0,9913 franc Swiss dibandingkan dengan 0,9915 franc Swiss, dan naik menjadi 1,2938 dolar Kanada dibandingkan dengan 1,2923 dolar Kanada.

Payroll atau gaji pekerja non-pertanian meningkat 134.000 pekerjaan bulan lalu, paling sedikit dalam setahun, meskipun data untuk Juli dan Agustus direvisi menjadi 87.000 pekerjaan lebih banyak dari yang dilaporkan sebelumnya. Penghasilan rata-rata per jam meningkat 8 sen atau 0,3 persen pada September setelah naik 0,3 persen pada bulan sebelumnya.

Dengan peningkatan September di bawah kenaikan 0,5 persen yang tercatat selama periode sama tahun lalu, yang menurunkan kenaikan upah tahunan menjadi 2,8 persen dari 2,9 persen pada Agustus, merupakan kenaikan terbesar dalam lebih dari sembilan tahun.

"Inflasi upah merayap lebih tinggi, tetapi belum dipercepat karena pasar takut," kata Ekonom Senior di Ameriprise Financial Services Russell Price.

Investor telah mengamati indikasi bahwa upah dapat meningkat dengan lebih cepat karena perusahaan, termasuk Amazon, menaikkan upah minimum. Namun, data terlihat solid dan mendukung Federal Reserve melanjutkan pengetatan kebijakan moneternya.



(ABD)

metro tv
  • Opsi Opsi
  • kick andy Kick Andy
  • economic challenges Economic Challenges
  • 360 360

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id