Ilustrasi. AFP PHOTO /Bryan R. Smith
Ilustrasi. AFP PHOTO /Bryan R. Smith

Bursa Saham AS Berlabuh di Area Hijau

Ekonomi wall street
Angga Bratadharma • 04 Februari 2020 07:19
New York: Bursa saham Amerika Serikat (AS) ditutup lebih tinggi pada Senin waktu setempat (Selasa WIB), kembali menguat dari aksi jual tajam di sesi sebelumnya. Kondisi itu terjadi karena investor mencerna data ekonomi utama terbaru. Meski demikian, wabah virus korona tetap harus menjadi perhatian karena bisa menjadi katalis negatif.
 
Mengutip Xinhua, Selasa, 4 Februari 2020, indeks Dow Jones Industrial Average naik sebanyak 143,78 poin atau 0,51 persen menjadi 28.399,81. Sedangkan S&P 500 naik sebanyak 23,40 poin atau 0,73 persen menjadi 3.248,92. Indeks Nasdaq Composite naik 122,47 poin atau 1,34 persen menjadi 9.273,40.
 
Mayoritas dari 30 perusahaan komponen Dow diperdagangkan lebih tinggi, dengan Nike dan Microsoft masing-masing naik 3,08 persen dan 2,44 persen, memimpin kenaikan. Sebanyak delapan dari 11 sektor S&P 500 utama diperdagangkan di wilayah hijau, dengan bahan-bahan bertambah 2,13 persen, memimpin kenaikan.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Aktivitas ekonomi di sektor manufaktur AS rebound atau berbalik naik pada Januari setelah mengalami kontraksi selama lima bulan, lembaga riset Institute for Supply Management (ISM) melaporkan. Indeks Pembelian Manajer (PMI) berdiri di 50,9 persen, meningkat 3,1 poin persentase dari tingkat bulan sebelumnya, laporan tersebut menunjukkan.
 
Sementara itu, Menteri Perdagangan Amerika Serikat Wilbur Ross mengatakan virus korona yang menyebar begitu cepat dan telah menginfeksi banyak orang di Tiongkok serta menimbulkan kekhawatiran secara global dapat berdampak positif terhadap ekonomi AS. Hingga sekarang ini, virus korona telah menewaskan 300 orang lebih.
 
Ross mengatakan virus korona, yang menurut para pejabat Tiongkok memiliki lebih dari 7.700 kasus yang dikonfirmasi dan telah menyebabkan ratusan orang tewas, akan membuat pelaku bisnis mempertimbangkan kembali rantai pasokan mereka. Menurutnya itu bisa membantu mempercepat langkah di mana pekerjaan dan manufaktur kembali ke AS dari luar negeri.
 
"Saya tidak ingin berbicara tentang kemenangan atas penyakit yang sangat disayangkan, sangat ganas. Tapi kenyataannya, itu memberi bisnis hal lain untuk dipertimbangkan ketika mereka meninjau ulang rantai pasokan mereka," kata Ross.
 
Ross mengatakan virus korona adalah faktor risiko lain yang perlu diperhitungkan orang. Pasalnya, virus tersebut dari waktu ke waktu kian mengkhawatirkan. "Saya pikir ini akan membantu mempercepat pengembalian pekerjaan ke Amerika Utara. Beberapa ke AS dan beberapa ke Meksiko juga," pungkas Ross.
 

(ABD)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif