Ilustrasi (FOTO: AFP)
Ilustrasi (FOTO: AFP)

Dolar AS Tertekan di Tengah Kekhawatiran Ekonomi

Ekonomi dolar as
26 Maret 2019 09:31
New York: Kurs dolar Amerika Serikat (USD) tertekan di akhir perdagangan Senin waktu setempat (Selasa WIB), di tengah kekhawatiran berlanjutnya perlambatan ekonomi global. Selain itu, perang dagang yang masih terjadi antara Amerika Serikat dan Tiongkok juga turut berkontribusi terhadap melemahnya mata uang Paman Sam.
 
Mengutip Antara, Selasa, 26 Maret 2019, indeks USD, yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama, turun 0,09 persen menjadi 96,5640 pada akhir perdagangan. Pada akhir perdagangan New York, euro meningkat menjadi USD1,1312 dari USD1,1293 pada sesi sebelumnya, dan pound Inggris turun menjadi USD1,3180 dari USD1,3207 pada sesi sebelumnya.
 
Dolar Australia naik menjadi USD0,7108 dibandingkan dengan USD0,7083. Sedangkan dolar AS dibeli 110,05 yen Jepang, lebih rendah dibandingkan dengan 110,06 yen Jepang pada sesi sebelumnya. Dolar AS turun menjadi 0,9925 franc Swiss dibandingkan dengan 0,9944 franc Swiss, dan turun menjadi 1,3411 dolar Kanada dibandingkan dengan 1,3413 dolar Kanada.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Kekhawatiran atas perlambatan pertumbuhan ekonomi global dipicu pada Jumat lalu setelah apa yang disebut kurva imbal hasil terbalik terjadi untuk pertama kalinya dalam lebih dari satu dekade dan sentimen suram tersebut bertahan hingga Senin waktu setempat.
 
Sentimen investor terus dipengaruhi oleh kurva imbal hasil terbalik pada Jumat lalu, karena selisih antara imbal hasil surat utang negara tiga bulan AS dan obligasi 10 tahun AS berubah menjadi negatif, pertama kalinya sejak 2007, menurut data Refinitiv Tradeweb.
 
Kurva imbal hasil terbalik terjadi ketika suku bunga jangka pendek melampaui suku bunga jangka panjangnya, yang secara luas dianggap sebagai indikator utama resesi dalam waktu dekat.
 
Di sisi lain, indeks Dow Jones Industrial Average naik 14,51 poin atau 0,06 persen, menjadi 25.516,83 poin. Indeks S&P 500 turun 2,35 poin atau 0,08 persen menjadi 2.798,36 poin. Indeks Komposit Nasdaq turun 5,13 poin atau 0,07 persen menjadi 7.637,54 poin.
 
Saham Apple turun lebih dari 1,21 persen, setelah raksasa teknologi itu mengumumkan serangkaian layanan-layanan baru pada Senin 25 Maret, karena perusahaan berusaha memperluas area pertumbuhan pendapatan untuk mengimbangi melemahnya penjualan iPhone.
 
Apple meluncurkan layanan video streaming yang disebut Apple TV Plus yang menampilkan konten yang diproduksi Apple, dan layanan berlangganan baru, yang menambahkan konten majalah ke aplikasi Apple News.
 

(ABD)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif