Ilustrasi (FOTO: AFP)
Ilustrasi (FOTO: AFP)

Harga Minyak Dunia Rebound

Ekonomi minyak mentah
09 Mei 2019 08:03
New York: Minyak berjangka berbalik naik sekitar satu persen pada penutupan perdagangan Rabu waktu setempat (Kamis WIB), didorong oleh penurunan mengejutkan pada stok minyak mentah AS. Tetapi meningkatnya pertarungan perdagangan Amerika Serikat-Tiongkok membatasi kenaikan minyak karena investor khawatir tentang prospek global permintaan energi.
 
Mengutip Antara, Kamis, 9 Mei 2019, minyak mentah AS, West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Juni naik USD0,72 atau 1,2 persen menjadi USD62,12 per barel di New York Mercantile Exchange. Sedangkan, Brent untuk pengiriman Juli naik USD0,49 atau 0,7 persen menjadi USD70,37 per barel di London ICE Futures Exchange.
 
Persediaan minyak mentah AS turun empat juta barel pada pekan lalu, Badan Informasi Energi AS (EIA) mengatakan, dibandingkan dengan perkiraan para analis untuk peningkatan sebanyak 1,2 juta barel.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Data minyak mentah menghapus pertimbangan bearish dalam pandangan kami yang telah mengakomodasi fase likuidasi WTI yang berat dalam beberapa minggu terakhir," kata Presiden Ritterbusch and Associates Jim Ritterbusch.
 
Sejauh tahun ini, harga-harga minyak telah naik lebih dari 30 persen karena prospek pasokan global semakin ketat akibat sanksi AS terhadap eksportir minyak mentah Iran dan Venezuela, serta pengurangan pasokan oleh OPEC, Rusia dan sekutu mereka.
 
AS tidak akan memberikan keringanan lagi kepada negara mana pun yang akan mengizinkan mereka membeli minyak Iran tanpa menghadapi sanksi Amerika Serikat, kata seorang diplomat senior AS. Washington juga mengancam akan menjatuhkan lebih banyak sanksi terhadap Iran segera dan memperingatkan Eropa agar tidak melakukan bisnis dengan Teheran.
 
Harga minyak telah tertekan minggu ini dengan meningkat ketegangan antara Amerika Serikat dan Tiongkok. Amerika Serikat akan menaikkan tarif menjadi 25 persen dari 10 persen atas barang-barang impor Tiongkok senilai USD200 miliar yang mulai berlaku Jumat 10 Mei, menurut pemberitahuan yang dikirim ke Federal Register.
 
Presiden Donald Trump telah mengancam kenaikan tarif, setelah China menarik diri pada kesepakatan perdagangan. Namun, juru bicara Gedung Putih Sarah Sanders mengatakan AS telah menerima indikasi dari Tiongkok bahwa Beijing ingin membuat kesepakatan perdagangan.
 
Wakil Perdana Menteri Tiongkok Liu He akan melakukan perjalanan ke Washington untuk pembicaraan perdagangan dua hari minggu ini. Sedangkan impor minyak mentah Tiongkok pada April mencapai rekor bulanan, yaitu 10,6 juta barel per hari (bph), data Bea Cukai menunjukkan. Negara ini adalah importir minyak terbesar di dunia.
 

(ABD)
MAGHRIB 17:47
DOWNLOAD JADWAL

Untuk Jakarta dan sekitarnya

  • IMSAK04:25
  • SUBUH04:35
  • DZUHUR11:53
  • ASHAR15:14
  • ISYA18:59

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif