Asia Pasifik Tetap Kawasan dengan Pertumbuhan Tercepat
Ilustrasi (MI/RAMDANI)
Bandar Seri Begawan: Kawasan Asia Pasifik diperkirakan tetap menjadi kawasan yang paling cepat berkembang di dunia selama dekade berikutnya, atau berkontribusi sekitar 50 persen dari total peningkatan Produk Domestik Bruto (PDB) dunia antara 2018 dan 2028.

Menurut Direktur Eksekutif dan Kepala Ekonom Asia Pasifik IHS Markit Rajiv Biswas, penyedia informasi global yang berbasis di London, Tiongkok, India, dan Perhimpunan Negara-negara Asia Tenggara (ASEAN) akan menjadi mesin pertumbuhan utama bagi pertumbuhan ekonomi Asia-Pasifik selama dekade berikutnya.

ASEAN akan menjadi salah satu kawasan paling dinamis dari ekonomi global serta tumbuh pada kecepatan 5,0 persen per tahun pada 2019-2020. Adapun ertumbuhan ekonomi ASEAN yang cepat akan didukung oleh pertumbuhan yang kuat dalam belanja konsumen dan investasi infrastruktur.

"Serta perdagangan antar-ASEAN yang tumbuh cepat," katanya, pada Pertemuan Dewan Perbankan ASEAN ke-48 yang diselenggarakan di Bandar Seri Begawan dengan partisipasi lebih dari 200 eksekutif senior perbankan dari 10 negara ASEAN, seperti dikutip dari Antara, Jumat, 9 November 2018.

Adapun ekonomi Brunei, ia mengatakan, kesultanan akan melihat pertumbuhan yang kuat dalam jangka menengah, dengan perkiraan pertumbuhan PDB riil di 5,8 persen untuk 2019 dan 7,0 persen pada 2020. Faktor-faktor kunci yang mendukung pertumbuhan cepat ekonomi Brunei adalah kenaikan kuat harga LNG Asia selama 18 bulan terakhir.

"Itu dikombinasikan dengan pembangunan megaproyek petrokimia baru yang akan berproduksi mulai pada 2019," tuturnya.

Sebuah perusahaan patungan antara Hengyi Group Tiongkok, sebuah perusahaan swasta, dan Pemerintah Brunei sedang membangun sebuah kompleks petrokimia modern di Pulau Muara Besar (PMB), sebuah pulau kecil terpencil di sebelah timur laut ibu kota Brunei.

"Setelah selesai, proyek ini diharapkan dapat membantu Brunei untuk meningkatkan industrinya, mengurangi ketergantungan pada ekspor bahan bakar mineral dan juga untuk meningkatkan kerja sama ekonomi dan perdagangan antara Brunei dan Tiongkok," kata Chen Liancai, CEO perusahaan patungan itu.



(ABD)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id