Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump. (FOTO: AFP)
Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump. (FOTO: AFP)

Trump Desak Tiongkok Capai Kesepakatan

Ekonomi as-tiongkok Perang dagang
13 Mei 2019 07:41
Wahington: Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump memperingatkan Tiongkok agar segera mencapai kesepakatan perdagangan bilateral. Apabila perjanjian tidak segera diselesaikan, negosiasi perdagangan ke depan akan lebih buruk.
 
Dalam beberapa bulan terakhir, Washington dan Beijing terkunci dalam konflik dagang yang diiringi kenaikan tarif, serta menimbulkan kekhawatiran terhadap pertumbuhan ekonomi global. Pembicaraan perwakilan kedua negara pada Jumat lalu, berakhir tanpa kesepakatan. Negosiator Tiongkok menyatakan kedua belah pihak akan bertemu lagi di Beijing, meski waktu belum ditentukan.
 
"Saya pikir Tiongkok merasa terpukul sangat buruk dalam negosiasi baru-baru ini sehingga mereka sebaiknya menunggu pemilihan umum (pemilu) berikutnya pada 2020, untuk melihat apakah mereka bisa beruntung dan mendapat kemenangan Partai Demokrat. Dalam hal ini, mereka akan terus menipu AS sebesar USD500 miliar per tahun," bunyi cicitan Trump pada Sabtu waktu setempat.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Satu-satunya persoalan ialah mereka (Tiongkok) tahu saya akan menang (dengan catatan ekonomi dan tingkat pekerjaan terbaik dalam sejarah AS). Kesepakatan perdagangan akan menjadi jauh lebih buruk bagi mereka, jika harus dinegosiasikan dalam masa jabatan kedua saya. Akan lebih bijak untuk mereka bertindak sekarang daripada mengumpulkan tarif lebih besar," lanjut Trump.
 
Mengingkari Komitmen
 
Trump menuding Tiongkok telah mengingkari komitmennya dalam perjalanan negosiasi perdagangan. Dia menjatuhkan tarif baru yang menyasar komoditas Tiongkok senilai USD200 miliar. Kenaikan tarif dari 10 persen menjadi 25 persen berlaku pada Jumat lalu.
 
Tidak berhenti sampai di situ, Trump kembali memanaskan perselisihan. Perwakilan Dagang AS, Robert Lighthizer, mengungkapkan rencana Trump untuk menaikkan tarif pada komoditas impor asal Tiongkok senilai USD300 miliar.
 
Tarif tersebut tidak akan berlaku selama berbulan-bulan. Lebih lanjut, Trump menekankan perusahaan dapat menghindari biaya tambahan dengan memproduksi barang di AS.
 
"Cara mudah untuk menghindari tarif besar? Produksi barang dan produk Anda di AS dngan baik. Sangat sederhana," ujar Trump masih dalam cicitannya.
 
Padahal, hanya sepekan sebelumnya, AS dan Tiongkok tampak siap menyelesaikan perjanjian perdagangan secara menyeluruh. Seperti diketahui, Washington ingin Beijing memperketat perlindungan kekayaan intelektual investor AS, memotong subsidi untuk perusahaan domestik Tiongkok, serta mengurangi defisit perdagangan. Sementara itu, Tiongkok ingin mengakhiri pemberlakuan tarif sebagai bagian dari kesepakatan yang berimbang.
 
Kalangan pendukung Trump memuji Trump sebagai negosiator yang tangguh. Adapun, politikus Partai Republik yang berorientasi perdagangan bebas, memperingatkan perang tarif dapat merusak perekonomian dan merugikan banyak petani.
 
Ketika konflik dagang meluas, Tiongkok menjatuhkan tarif atas komoditas Tiongkok senilai USD110 miliar, yang mencakup produk pertanian dan barang lainnya.
 
"Sebaiknya para perunding segera mencapai kesepakatan. Dengan begitu, kita dapat menghindari perang tarif yang berkepanjangan. Kita tahu dampaknya besar bagi ekonomi AS," tukas Senator Partai Republik, Chuck Grassley. (Media Indonesia)
 

(AHL)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif