Ilustrasi (FOTO: AFP)
Ilustrasi (FOTO: AFP)

Dolar AS Melempem Akibat Perang Dagang

Ekonomi dolar as
14 Mei 2019 09:33
New York: Kurs dolar Amerika Serikat (USD) melemah terhadap sejumlah mata uang utama lainnya pada akhir perdagangan Senin waktu setempat (Selasa WIB), di tengah meluasnya kekhawatiran di kalangan investor tentang meningkatnya ketegangan perdagangan global.
 
Mengutip Antara, Selasa, 14 Mei 2019, indeks USD, yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama lainnya, turun 0,01 persen menjadi 97,3217 pada akhir perdagangan. Pada akhir perdagangan New York, euro tidak berubah pada penutupan menjadi USD1,1231 dari USD1,1231 pada sesi sebelumnya.
 
Pound Inggris turun menjadi USD1,2965 dari USD1,3007 pada sesi sebelumnya. Dolar Australia turun menjadi USD0,6950 dari USD0,6997. USD dibeli 109,33 yen Jepang, lebih rendah dari 109,90 yen Jepang pada sesi sebelumnya. USD turun menjadi 1,0065 franc Swiss dari 1,0125 franc Swiss, dan meningkat menjadi 1,3467 dolar Kanada dari 1,3421 dolar Kanada.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Gejolak dalam ketegangan perdagangan global telah menjalar ke seluruh pasar Amerika Serikat, memicu kekhawatiran akan prospek pertumbuhan ekonomi global. Wall Street menjalani hari perdagangan pertama pekan ini, dengan aksi jual tajam di semua tiga indeks utama di antaranya, indeks Dow sempat jatuh lebih dari 700 poin selama sesi sore hari.
 
Franc Swiss, secara luas dianggap sebagai aset safe haven, naik tajam terhadap greenback pada perdagangan Senin 13 Mei. Satu dolar bernilai 1,0065 franc Swiss di sekitar penutupan pasar, mundur hampir 0,6 persen dari level 1,0125 franc pada Jumat lalu 10 Mei.
 
Di sisi lain, indeks Dow Jones Industrial Average jatuh 617,38 poin atau 2,38 persen, menjadi 25.324,99 poin. Indeks S&P 500 kehilangan 69,53 poin atau 2,41 persen, menjadi 2.811,87 poin. Indeks Komposit Nasdaq merosot 269,92 poin atau 3,41 persen, menjadi 7.647,02 poin.
 
Tiongkok mengatakan akan mengenakan tarif lebih tinggi pada barang-barang Amerika Serikat senilai USD60 miliar meski Presiden Donald Trump memperingatkan untuk tidak membalas terhadap tarif tambahan impor barang-barang Tiongkok yang diumumkan oleh Gedung Putih. Langkah ini memicu kekhawatiran penurunan ekonomi global.
 
"Pasar menyadari bahwa ini adalah kemacetan mutlak pembicaraan (perdagangan) dan semuanya berjalan mundur. Ini bisa sangat burukAda banyak ketidakpastian. Ini akan mendorong perlambatan ekonomi lebih lanjut," kata Kepala Strategi Pasar JonesTrading Michael O'Rourke, di Greenwich, Connecticut.
 
Para investor merespons dengan melarikan diri dari ekuitas ke aset-aset safe haven. Imbal hasil surat utang Pemerintah AS jatuh ke posisi terendah enam minggu, dengan imbal hasil obligasi 10 tahun jatuh di bawah imbal hasil surat utang bertenor tiga bulan, suatu perubahan yang dilihat oleh banyak orang sebagai pertanda potensial resesi.
 

(ABD)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif