Perang Dagang AS-Tiongkok Masih Jadi Masalah
Perang dagang yang melibatkan Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Presiden Tiongkok Xi Jinping. Dok: AFP.
New York: Ketegangan perdagangan antara Amerika Serikat (AS) dan Tiongkok kemungkinan berlanjut dan membuat masalah bagi pasar setelah pertemuan KTT G20. Tidak ditampik, belum ada kata sepakat di antara kedua negara ini memicu perang dagang yang akhirnya membuat stabilitas perdagangan dunia terganggu.

Kepala Ekonom Global Indosuez Wealth Management Marie Owens Thomsen mengungkapkan Kongres AS telah memberikan otoritas eksekutif kepada Presiden AS Donald Trump untuk bernegosiasi tanpa perlu meminta izin setiap waktu kepada Kongres. Kondisi itu memberikan tekanan terhadap perdagangan AS dengan mitra dagang

"Selama kekuasaan yang didelegasikan itu duduk bersama Presiden, saya merasa (perdagangan) akan terus menjadi tema. Kemungkinan besar perdagangan akan terus menjadi salah satu kuda perang favorit pemerintahan ini," kata Thomsen, seperti dikutip dari CNBC, Senin, 26 November 2018.

Thomsen menilai perjanjian perdagangan antara AS dan Tiongkok sangat penting untuk pasar saham dan ekonomi dunia. Ketika para pemimpin keuangan G-20 bertemu membahas kebijakan global di ibu kota Argentina Buenos Aires pada 30 November dan 1 Desember, salah satu tantangan yang paling mendesak adalah sengketa tarif perdagangan antara AS dan Tiongkok. 

Terlepas dari hasilnya, pertemuan antara Presiden AS Donald Trump dan mitranya dari Tiongkok yakni Presiden Xi Jinping kemungkinan memengaruhi masa depan hubungan Tiongkok-AS dan perdagangan global. Tentu ada harapan agar perang dagang bisa segera berakhir demi kepentingan bersama.

Ekspektasi munculnya kesepakatan perdagangan terus meningkat setelah Trump mengeluhkan praktik perdagangan yang tidak adil dan memberlakukan tarif 10 persen atas impor Tiongkok senilai USD200 miliar pada September. Sedangkan Tiongkok membalas dengan mengenakan pajak atas produk AS senilai USD60 miliar.

Kebijakan pengenaan tarif dari AS berpotensi terus meningkat kepada Tiongkok menjadi 25 persen pada awal 2019. Bahkan, Trump mengancam akan mengenakan bea pada USD267 miliar lebih banyak barang jika Beijing tidak mematuhi tuntutannya. Ini artinya hampir semua ekspor Tiongkok ke AS akan dikenakan tarif.





(Des)

metro tv
  • Opsi Opsi
  • kick andy Kick Andy
  • economic challenges Economic Challenges
  • 360 360

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id