Ilustrasi (FOTO: AFP)
Ilustrasi (FOTO: AFP)

Ekonomi AS Tumbuh 3,1% di Kuartal I-2019

Ekonomi ekonomi amerika
01 Juni 2019 17:01
New York: Departemen Perdagangan Amerika Serikat (AS) melaporkan ekonomi Amerika Serikat tumbuh sebesar 3,1 persen untuk memulai tahun ini, sedikit lebih baik dari yang diharapkan dan memberikan bantuan pada saat kekhawatiran resesi semakin cepat merebak.
 
Produk Domestik Bruto (PDB) AS di kuartal pertama mengalahkan estimasi Dow Jones di angka tiga persen. Akan tetapi lebih rendah dari proyeksi awal 3,2 persen yang diproyeksikan Biro Analisis Ekonomi. Penurunan terjadi karena revisi ke bawah untuk investasi persediaan tetap dan swasta non-perumahan, dua pendorong utama terhadap PDB.
 
Mengutip CNBC, Sabtu, 1 Juni 2019, angka-angka baru, yang mewakili pembacaan kedua, juga mencerminkan revisi ke atas untuk ekspor dan pengeluaran konsumsi pribadi. Sedangkan laba perusahaan melemah atau jatuh 2,8 persen di semua perusahaan dan 0,5 persen di S&P 500.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Indikator inflasi juga lebih lemah dari yang diharapkan, dengan pengeluaran konsumsi pribadi inti naik hanya 1,03 persen. Ekspor naik 4,8 persen di tengah perang perdagangan yang semakin pahit antara AS-Tiongkok. Impor, yang merupakan pengurangan dari PDB, turun 2,5 persen. Tingkat ekspor bersih menyumbang hampir satu poin terhadap kenaikan PDB.
 
Dalam gambaran yang lebih besar, pertumbuhan dengan mudah melampaui apa yang sebagian besar ekonom harapkan pada awal tahun. Pada satu titik, Atlanta Federal Reserve memperkirakan PDB naik hanya 0,2 persen. Kontribusi yang kuat dari pendapatan domestik bruto nyata membantu mendorong angka yang lebih baik.
 
Kondisi itu seperti halnya peningkatan ekspor, pengeluaran pemerintah negara bagian dan lokal serta investasi tetap non-perumahan. Sedangkan laba perusahaan turun selama kuartal tersebut, dengan korporasi non finansial mengalami penurunan USD62,1 miliar dibandingkan dengan kenaikan USD13,6 miliar pada kuartal keempat.
 
Pengeluaran konsumsi pribadi naik 1,3 persen di kuartal tersebut, dibandingkan kenaikan 2,5 persen pada kuartal sebelumnya. Akan tetapi jauh di atas 0,5 persen pada kuartal I-2018. Pertumbuhan kuartal kedua diperkirakan menurun secara signifikan. Survei ekonom Rapid Update dari CNBC melihat PDB naik 1,8 persen, sementara proyeksi Atlanta Fed hanya 1,3 persen.
 
Sebelumnya, kenaikan tarif baru yang diberlakukan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dan keputusan Beijing untuk melawannya menghantam perusahaan-perusahaan AS di Tiongkok. Tentu ada harapan agar kesepakatan dagang di antara kedua negara bisa segera tercapai demi kepentingan bersama.
 
Hampir tiga perempat, atau 74,9 persen dari 250 responden untuk survei yang diadakan dari 16 Mei hingga 20 Mei melaporkan, kenaikan tarif Amerika dan Tiongkok berdampak negatif pada bisnis mereka, menurut laporan yang dirilis oleh American Chamber Perdagangan, di Shanghai dan Kamar Dagang Amerika yang berbasis di Beijing, Tiongkok.
 
"Dampak negatif dari tarif jelas dan merusak daya saing perusahaan-perusahaan Amerika di Tiongkok," kata rilis dari grup tersebut.
 

(ABD)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif