Direktur Pelaksana IMF Kristalina Georgieva. FOTO: AFP
Direktur Pelaksana IMF Kristalina Georgieva. FOTO: AFP

IMF Sambut Baik Berakhirnya Mata Uang Kolonial Prancis

Ekonomi imf prancis
Angga Bratadharma • 25 Desember 2019 12:01
Abidjan: Direktur Pelaksana Dana Moneter Internasional atau International Monetary Fund (IMF) Kristalina Georgieva menyambut baik akhir dari penggunaan mata uang yang lama diperdebatkan terkait dengan kolonialisme Prancis di Afrika Barat.
 
Pada konferensi pers di Abidjan, Presiden Prancis Emmanuel Macron dan Presiden Pantai Gading Alassane Ouattara mengumumkan bahwa Prancis dan delapan negara Uni Ekonomi dan Moneter Afrika Barat (WAEMU) akan menghapuskan franc CFA untuk mata uang baru yang disebut eco.
 
Mengutip CNBC, Rabu, 25 Desember 2019, selama kunjungan tiga hari ke Pantai Gading, Macron mengatakan kepada wartawan bahwa reformasi adalah langkah besar untuk menulis halaman baru dalam hubungan Prancis dengan Afrika dan menyebut kolonialisme sebagai kesalahan besar.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Dalam sebuah pernyataan, Georgieva menyambut baik reformasi tersebut dan menyebutnya sebagai langkah kunci dalam modernisasi pengaturan lama antara Uni Ekonomi dan Moneter Afrika Barat dan Prancis. Menurut Georgieva langkah-langkah yang diumumkan dibangun di atas rekam jejak WAEMU.
 
"Yang terbukti dalam melakukan kebijakan moneter dan manajemen cadangan eksternal. Dalam beberapa tahun terakhir, WAEMU telah mencatat inflasi yang rendah dan pertumbuhan ekonomi yang tinggi, situasi fiskal telah membaik, dan tingkat cadangan devisa sudah meningkat," kata Georgieva.
 
Georgieva menambahkan reformasi mempertahankan elemen-elemen kunci stabilitas yang telah menguntungkan kawasan, seperti nilai tukar tetap dengan euro dan jaminan konversi tanpa batas dari Prancis. Adapun eco akan tetap dipatok ke euro, pengaturan yang sebelumnya diperjuangkan oleh Outtara, yang saat ini memimpin WAEMU.
 
Di sisi lain, IMF mengungkapkan Produk Domestik Bruto (PDB) riil Eropa tahun ini diproyeksikan tumbuh pada tingkat terendah sejak 2013. Kondisi itu tentu memberikan peringatan bahwa semua pihak perlu segera menyelesaikan sejumlah persoalan agar pertumbuhan ekonomi bisa kembali membaik.
 
Dalam laporan Outlook Ekonomi Regional terbaru, IMF mengungkapkan PDB riil di seluruh benua Eropa akan moderat menjadi 1,4 persen turun dibandingkan dengan posisi 2,3 persen pada 2018, sebelum kembali bangkit menjadi 1,8 persen pada 2020.
 
PDB zona Euro tumbuh 0,2 persen kuartal ke kuartal dalam tiga bulan hingga akhir September, kecepatan yang sama dengan periode sebelumnya. Dibandingkan dengan kuartal yang sama pada 2018, kawasan euro tumbuh 1,1 persen, tingkat pertumbuhan tahunan terlemah sejak kuartal keempat 2013.
 

(ABD)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif