Ilustrasi - - Foto: AFP
Ilustrasi - - Foto: AFP

Harga Minyak Dunia Menguat di Asia

Ekonomi minyak mentah
Antara • 17 Juni 2019 09:38
Jakarta: Harga minyak mentah dunia menguat di perdagangan Asia pada Senin pagi waktu setempat. Kenaikan terjadi setelah Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo berencana mengambil tindakan atas ketegangan di Timur Tengah pascaserangan kapal tanker pekan lalu.
 
Minyak mentah berjangka Brent naik 27 sen AS atau 0,4 persen menjadi diperdagangkan di 62,28 dolar AS per barel pada pukul 00.40 GMT (07.40 WIB). Minyak mentah yang menjadi acuan internasional ini naik 1,1 persen pada perdagangan Jumat 14 Juni 2019.
 
Sementara itu, minyak mentah berjangka AS, West Texas Intermediate (WTI) bertambah naik 18 sen AS atau 0,4 persen menjadi diperdagangkan di 52,69 dolar AS per barel. Minyak mentah WTI naik 0,4 persen di sesi perdagangan akhir pekan lalu.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Harga minyak telah melonjak sebanyak 4,5 persen pada Kamis 13
Juni 2019 setelah serangan terhadap dua kapal tanker minyak di dekat Iran dan Selat Hormuz. Ini adalah kedua kalinya dalam sebulan kapal tanker diserang di zona terpenting dunia untuk pasokan minyak karena ketegangan meningkat antara Amerika Serikat dan Iran.
 
Washington menyalahkan Iran atas serangan tersebut dan mendorong bantahan dan kritik dari Teheran. Ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat telah meningkat sejak Presiden AS Donald Trump menarik diri dari kesepakatan tahun lalu untuk mengekang ambisi nuklir Teheran dengan imbalan keringanan sanksi-sanksi.
 
Iran telah berulang kali memperingatkan akan memblokir Selat Hormuz jika tidak bisa menjual minyaknya karena sanksi-sanksi AS.
 
Hal lain yang juga mendukung harga minyak adalah komentar selama akhir pekan oleh menteri energi Saudi, Khalid al-Falih, bahwa OPEC mungkin akan bertemu pada minggu pertama Juli dan dia berharap akan mencapai kesepakatan tentang perpanjangan pembatasan produksi minyak.
 
"Kami berharap bahwa kami akan mencapai konsensus untuk memperpanjang perjanjian kami ketika kami bertemu dalam waktu dua minggu di Wina," kata Falih saat menghadiri pertemuan menteri-menteri energi dan lingkungan G20 di Karuizawa, barat laut Tokyo.
 
Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC) plus Rusia dan produsen lainnya, aliansi yang dikenal sebagai OPEC+, memiliki kesepakatan untuk memangkas produksi sebesar 1,2 juta barel per hari (bph) mulai 1 Januari. Pakta itu berakhir bulan ini dan kelompok tersebut akan bertemu pada minggu-minggu mendatang memutuskan langkah selanjutnya.
 

(Des)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif