Tarif Trump Tidak Dibenarkan untuk Alasan Keamanan Nasional
Presiden Amerika Serikat Donald Trump (FOTO: AFP)
Jenewa: Duta Besar Tiongkok untuk Organisasi Perdagangan Dunia atau World Trade Organization (WTO) Zhang Xiangchen menegaskan tarif yang diberlakukan Amerika Serikat untuk baja dan aluminium tidak bertujuan melindungi apa yang disebut sebagai keamanan nasional. Akan tetapi, berfungsi guna melindungi kepentingan komersial industri domestik AS.

"Menurut laporan yang dikeluarkan oleh Departemen Perdagangan AS dan statistik yang disediakan oleh Departemen Pertahanan AS, jelas bahwa alasan tindakan ini bukan keamanan nasional," kata Zhang dalam pertemuan Dewan Umum WTO, seperti dikutip dari Xinhua, Kamis, 10 Mei 2018.

Zhang mencatat kebutuhan impor baja AS sekitar 16 persen berasal dari konsumsinya dan sekitar 70 persen impornya berasal dari anggota yang dikecualikan sementara atau secara permanen dari tindakan tarif baru. Tidak ditampik, keputusan pengenaan tarif ini memberikan efek negatif terhadap ekonomi dunia.

"Langkah-langkah tersebut harus dianggap sebagai tindakan pengamanan berdasarkan perjanjian perlindungan, dan memenuhi persyaratan yang diperlukan sebagaimana diatur dalam perjanjian itu," kata Zhang.



Meski ada keberatan di seluruh dunia, Pemerintah AS tetap memutuskan di Maret untuk memberlakukan tarif 25 persen pada impor baja dan tarif 10 persen untuk impor aluminium. AS kemudian memberikan pengecualian sementara untuk negara-negara anggota Uni Eropa serta Argentina, Australia, Brasil, Kanada, Meksiko, dan Korea Selatan.

Dilaporkan bahwa Amerika Serikat mencari kuota atau pembatasan ekspor sukarela selama negosiasi dengan negara-negara yang meminta pembebasan permanen dari tarif baja AS. Zhang mengatakan bahwa tindakan tersebut secara eksplisit dilarang oleh aturan WTO dan menempatkan perdagangan global kembali ke era kuota lama.

"Tiongkok akan menyerukan kepada seluruh anggota untuk mendesak AS agar menghormati kewajibannya berdasarkan perjanjian WTO dan untuk segera menarik langkah-langkah tarifnya," pungkasnya.

 



(ABD)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id