Ilustrasi. FOTO: AFP
Ilustrasi. FOTO: AFP

Harga Minyak Dunia Menyusut

Ekonomi minyak mentah
Angga Bratadharma • 31 Oktober 2019 08:01
New York: Harga minyak dunia ditutup lebih rendah pada Rabu waktu setempat (Kamis WIB). Pelemahan terjadi karena sentimen investor diredam oleh peningkatan tajam stok Amerika Serikat (AS) pekan lalu, menambah kekhawatiran atas potensi pasokan yang melimpah.
 
Mengutip Xinhua, Kamis, 31 Oktober 2019, minyak West Texas Intermediate untuk pengiriman Desember kehilangan USD0,48 menjadi di USD55,06 per barel di New York Mercantile Exchange. Minyak mentah Brent untuk pengiriman Desember turun USD0,98 menjadi USD60,61 per barel di London ICE Futures Exchange.
 
Untuk pekan yang berakhir 25 Oktober, persediaan minyak mentah komersial AS naik 5,7 juta barel dari minggu sebelumnya, Administrasi Informasi Energi melaporkan. Pada 438,9 juta barel, persediaan minyak mentah AS sekitar satu persen di atas rata-rata lima tahun untuk tahun ini.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Di sisi lain, saham-saham Amerika Serikat terpantau menguat pada Rabu waktu setempat (Kamis WIB), setelah Federal Reserve memangkas suku bunga acuan untuk ketiga kalinya di tahun ini. Meski demikian, persoalan perang dagang antara Washington dengan Beijing masih memberikan beban tersendiri terhadap pasar saham.
 
Indeks Dow Jones Industrial Average melonjak sebanyak 115,27 poin atau 0,43 persen menjadi 27.186,69. Sedangkan S&P 500 meningkat sebanyak 9,88 poin atau 0,33 persen menjadi 3.046,77. Indeks Komposit Nasdaq naik 27,12 poin atau 0,33 persen menjadi 8.303,98.
 
Sebanyak delapan dari 11 sektor utama S&P ditutup lebih tinggi, dengan utilitas dan perawatan kesehatan masing-masing naik sebanyak 0,87 persen dan 0,78 persen, memimpin para pelopor. Sedangkan sektor energi turun sebanyak 2,12 persen dan menjadi kelompok berkinerja terburuk.
 
Sementara itu, Federal Reserve AS memutuskan untuk menurunkan suku bunga acuan sebanyak 25 basis poin di tengah perlambatan pertumbuhan ekonomi AS. Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC), badan penetapan suku bunga Fed, memangkas target suku bunga menjadi dikisaran 1,5 persen hingga 1,75 persen setelah menyimpulkan pertemuan kebijakan dua hari.
 
"Memotong suku bunga adalah paket stimulus untuk ekonomi dan pasar, sehingga investor menyukainya," kata Peter Tuchman, seorang pedagang berpengalaman di New York Stock Exchange.
 
Adapun Keputusan Fed mengikuti rilis data pertumbuhan ekonomi AS. Ekonomi AS tumbuh pada tingkat tahunan sebesar 1,9 persen di kuartal ketiga tahun ini, sedikit lebih rendah dari tingkat pertumbuhan dua persen pada kuartal kedua, lapor Departemen Perdagangan.
 

(ABD)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif