Ilustrasi (FOTO: AFP)
Ilustrasi (FOTO: AFP)

Harga Minyak Dunia Anjlok

Ekonomi minyak mentah
Angga Bratadharma • 24 Mei 2019 08:05
New York: Harga minyak dunia jatuh pada Kamis waktu setempat (Jumat WIB), karena investor memantau prospek perdagangan global dan data manufaktur Amerika Serikat (AS). Meski demikian, negara anggota OPEC terus berupaya menjaga stabilitas agar harga minyak tidak jatuh lebih dalam.
 
Mengutip Xinhua, Jumat, 24 Mei 2019, harga minyak West Texas Intermediate untuk pengiriman Juli turun USD3,51 menjadi USD57,91 per barel di New York Mercantile Exchange. Sementara minyak mentah Brent untuk pengiriman Juli turun sebanyak USD3,23 menjadi USD67,76 per barel di London ICE Futures Exchange.
 
IHS Markit Flash Indeks Pembelian Manajer Manufaktur (PMI) yang disesuaikan secara musiman terdaftar 50,6 di Mei atau turun dibandingkan dengan posisi 52,6 di April. Pencapaian itu menandai level terendah sejak September 2009, data dari perusahaan riset menunjukkan.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Data manufaktur yang mengecewakan dan ketegangan perdagangan global yang bertahan lama menyebabkan kekhawatiran investor terhadap lambatnya pertumbuhan ekonomi global dan berkurangnya permintaan minyak mentah. Tidak ditampik, perang dagang yang sedang terjadi antara AS-Tiongkok telah memberikan katalis negatif.
 
Di sisi lain, indeks Dow Jones Industrial Average turun 286,14 poin atau 1,11 persen menjadi 25.490,47. Kemudian S&P 500 turun sebanyak 34,03 poin atau 1,19 persen menjadi 2.822,24. Indeks Komposit Nasdaq turun 122,56 poin, atau 1,58 persen, menjadi 7.628,28.
 
Semua tiga indeks utama dibuka melemah tajam pada Kamis waktu setempat (Jumat WIB). Dow anjlok lebih dari 400 poin pada posisi terendah selama sesi karena United Technologies dan IBM berkinerja buruk. Sembilan dari 11 sektor S&P 500 utama mundur pada penutupan, dengan energi turun 3,13 persen, kelompok berkinerja terburuk.
 
Saham raksasa teknologi AS atau grup FAANG dari Facebook, Apple, Amazon, Netflix, dan Google-parent Alphabet, semuanya ditutup lebih rendah. Sektor teknologi menarik kembali 1,73 persen. Saham pembuat cip besar, termasuk Lam Research dan Qualcomm, terus berada di bawah tekanan.
 
VanEck Vectors Semiconductor ETF (SMH), yang melacak kinerja keseluruhan perusahaan-perusahaan yang terdaftar di AS di industri semikonduktor, ditutup 1,66 persen lebih rendah. Indeks Volatilitas Cboe, yang secara luas dianggap sebagai pengukur ketakutan terbaik di pasar saham, naik 14,71 persen menjadi 16,92.
 

(ABD)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif