Ilustrasi. FOTO: AFP PHOTO/GREG BAKER
Ilustrasi. FOTO: AFP PHOTO/GREG BAKER

Tiongkok Optimistis Ekonomi Tumbuh 6% Lebih di 2019

Ekonomi ekonomi china tiongkok
Angga Bratadharma • 16 Januari 2020 11:17
Beijing: Wakil Perdana Menteri Tiongkok optimistis tentang kinerja perekonomian dan memperkirakan pertumbuhan mencapai lebih dari enam persen pada 2019. Kondisi itu sejalan dengan sejumlah perbaikan yang sudah dilakukan oleh pemerintah, termasuk membuka lebih lebar investasi asing di Beijing.
 
Mengutip CNBC, Kamis, 16 Januari 2020, Wakil Perdana Menteri Tiongkok Liu He meyakini Produk Domestik Bruto (PDB) Tiongkok di 2019 tumbuh lebih dari enam persen. Liu menambahkan bahwa data untuk bulan ini menunjukkan prospek ekonomi yang lebih baik dari perkiraan.
 
Akan tetapi, tidak jelas data yang dimaksud Liu. Komentar itu muncul sehari setelah Presiden AS Donald Trump menandatangani perjanjian perdagangan fase satu dengan Liu, menandai gencatan senjata sementara dalam perang dagang antara dua ekonomi terbesar dunia.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Selama upacara penandatanganan, Liu menyampaikan pesan dari Presiden Tiongkok Xi Jinping, yang mengatakan perjanjian itu baik untuk Tiongkok, untuk Amerika Serikat (AS) dan untuk seluruh dunia. Dalam sambutannya, Liu mengatakan, ekonomi Tiongkok beralih dari pertumbuhan berkecepatan tinggi ke pembangunan berkualitas tinggi.
 
"Tiongkok akan terus meningkatkan lingkungan hukum dan menyambut investor dari seluruh dunia, karena negara terus membuka diri," tukas Liu.
 
Di sisi lain, Amerika Serikat dan Tiongkok menandatangani kesepakatan perdagangan awal pada Rabu waktu setempat (Kamis WIB), yang akan menurunkan beberapa tarif dan meningkatkan pembelian Tiongkok atas produk-produk AS. Selain itu, kesepakatan tersebut meredakan perselisihan 18 bulan antara dua ekonomi terbesar dunia.
 
Beijing dan Washington menggembar-gemborkan perjanjian fase satu sebagai langkah maju setelah berbulan-bulan memulai pembicaraan, dan investor menyambut berita itu dengan lega. Tetapi ada juga skeptisisme bahwa hubungan perdagangan AS-Tiongkok sekarang sudah membaik.
 
Kesepakatan itu gagal untuk mengatasi masalah ekonomi struktural yang menyebabkan konflik perdagangan, tidak sepenuhnya menghilangkan tarif yang telah memperlambat ekonomi global, dan menetapkan target pembelian yang sulit dicapai, kata para analis dan pemimpin industri.
 
Sementara mengakui perlunya negosiasi lebih lanjut dengan Tiongkok untuk menyelesaikan sejumlah masalah lain, Presiden AS Donald Trump memuji perjanjian itu sebagai kemenangan bagi ekonomi AS dan kebijakan perdagangan pemerintahannya.
 
"Bersama-sama, kami memperbaiki kesalahan masa lalu dan memberikan masa depan keadilan ekonomi dan keamanan bagi pekerja, petani, dan keluarga Amerika," kata Trump dalam sambutan yang bertele-tele di Gedung Putih bersama dengan pejabat AS dan Tiongkok.
 
(ABD)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif