Illustrasi. Dok;AFP.
Illustrasi. Dok;AFP.

Bursa Saham AS Anjlok, Haruskah Investor Panik?

Ekonomi amerika serikat pasar saham
Nia Deviyana • 24 Desember 2018 21:00
Washington: Haruskah investor gelisah dengan prospek ekonomi Amerika Serikat (AS) yang tercermin dari anjloknya pasar saham AS?
 
Pada pekan lalu, indeks saham Dow Jones Industrial Average turun sebanyak tujuh persen atau terburuk semenjak krisis keuangan 2008. Sementara itu, indeks saham S&P 500 mengalami nasib serupa dengan penurunan hampir 18 persen dari rekor awal tahun ini.
 
Meski demikian, investor Wall Street justru memprediksi adanya penguatan pasar saham pada 2019 di tengah kegelisahan pasar yang meluas. Ekonomi AS diperkirakan akan terus tumbuh sehingga berdampak positif pada pergerakan saham.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


BofA-Merrill Lynch Research melihat pertumbuhan pendapatan memang lebih lambat, namun mereka optimistis indeks saham S&P bisa berada di atas 3.000 pada tahun depan.
 
"Dalam pandangan kami, kelemahan pasar saat ini bukanlah cerminan fundamental yang buruk. Ini memang menciptakan risiko nyata bagi investor untuk khawatir, tetapi juga peluang bagi investor yang jeli," kata Candace Browning, kepala BofA Merrill Lynch Global Research.
 
Namun rasa ketakutan tetap ada. Bank of America mengatakan getaran bearish (penurunan indeks saham) pada akhir 2018 diperkirakan terus berlanjut, dengan harga aset berada di level terendah pada paruh pertama 2019.
 
Seperti diketahui banyak gejolak pada ekonomi global akibat kebijakan Federal Reserve, perang dagang dengan Tiongkok, hingga polarisasi politik di Washington yang sebagian menutup pemerintahan AS.
 

(SAW)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif