AS Mulai Kembali Bahas Perdagangan dengan Tiongkok
Presiden Amerika Serikat Donald Trump (Saul Loeb/AFP)
New York: Amerika Serikat (AS) berusaha memulai kembali pembicaraan perdagangan dengan Tiongkok. Langkah itu dilakukan di tengah aksi pembalasan yang dilakukan oleh Tiongkok lantaran Amerika Serikat tetap pada keputusan untuk mengenakan tarif yang tinggi sehingga memberikan efek negatif terhadap perdagangan dunia.

Mengutip CNBC, Sabtu, 15 September 2018, sumber yang akrab dengan AS menyebutkan Amerika Serikat berada pada tahap awal mengusulkan putaran pembicaraan perdagangan baru dengan Tiongkok dalam waktu dekat. Pembicaraan ini guna mencapai kata sepakat di antara kedua negara sehingga perang dagang bisa segera terhenti.

Pejabat senior AS yang dipimpin oleh Menteri Keuangan Steven Mnuchin mengirim undangan ke pejabat Tiongkok dan mengusulkan pertemuan dalam beberapa minggu ke depan untuk membahas masalah perdagangan, Dow Jones melaporkan sebelumnya, mengutip sumber.

Jumat lalu Presiden AS Donald Trump mengatakan dia siap untuk memberlakukan tarif lain senilai USD267 miliar barang-barang Tiongkok atau berada di atas pengenaan tarif yang diusulkan pada awalnya sebesar USD200 miliar. Periode komentar publik tentang rencana tarif USD200 miliar berakhir Kamis waktu setempat.

Dua ekonomi terbesar di dunia telah menerapkan tarif hingga USD50 miliar atas barang satu sama lain. Departemen Keuangan dan Departemen Perdagangan menolak berkomentar. Sejauh ini, kedua negara tetap dengan pendirian masing-masing untuk saling mengenakan tarif tinggi yang ujungnya memunculkan perang dagang.

Sebelumnya, Tiongkok akan meminta izin dari Organisasi Perdagangan Dunia atau World Trade Organization (WTO) untuk menjatuhkan sanksi kepada Amerika Serikat (AS) pada pekan depan, sesuai dengan agenda pertemuan WTO. Keputusan tersebut sejalan dengan pengenaan tarif yang diberlakukan oleh Presiden AS Donald Trump kepada para mitra dagang utamanya.

Permintaan datang pada saat ketegangan perdagangan kembali meningkat antara dua ekonomi terbesar di dunia, dengan Presiden AS Donald Trump mengatakan pekan lalu bahwa dia siap untuk mengambil kebijakan pengenaan tarif lain sebesar USD267 miliar pada barang-barang Tiongkok. Hal ini tidak ditampik bisa memberikan efek negatif terhadap perdagangan dunia.



(ABD)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id