Gedung The Fed (Brendan Smialowski/AFP)
Gedung The Fed (Brendan Smialowski/AFP)

The Fed Nilai Inflasi AS Bisa Melampui Target 2%

Ekonomi ekonomi amerika the fed
Angga Bratadharma • 05 Mei 2018 12:42
New York: Federal Reserve menilai ada peluang tingkat pengangguran turun menjadi 3,5 persen dan inflasi bisa melampaui target dua persen. Kondisi itu tentu memberikan efek positif terhadap perekonomian AS dan memberikan masukkan untuk the Fed guna mempertimbangkan mengubah suku bunga acuan atau tidak.

"Saya melihat tingkat pengangguran turun menjadi 3,5 persen. Saya melihat kami mungkin sedikit melampaui target inflasi dua persen kami," kata Presiden the Fed San Francisco John Williams, seperti dikutip dari CNBC, Sabtu, 5 Mei 2018.

Pada Rabu lalu, the Fed mempertahankan suku bunga pada 1,5 hingga 1,75 persen. Dalam pernyataan usai pertemuannya, bank sentral mengindikasikan bahwa inflasi mulai merayap lebih tinggi dan menggunakan istilah simetris ketika mengacu pada targetnya.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?



"Inflasi pada basis 12 bulan diperkirakan akan berjalan mendekati simetris dua persen dari tujuan Komite selama jangka menengah," kata pernyataan the Fed.

Williams menambahkan bank sentral ingin memperkuat fakta bahwa mereka menganggap target inflasi dua persen sebagai titik tengah. "Dari awal kami telah melihat target inflasi kami menjadi simetris, di mana kami ingin inflasi rata-rata menjadi dua persen atau kadang-kadang di atas dan kadang-kadang di bawah," kata Williams.

"Saya pribadi merasa nyaman dengan fakta bahwa inflasi dapat melampaui dua persen untuk sementara waktu," tambahnya.

Ia menilai dengan kondisi itu membuat the Fed berpeluang melanjutkan proses bertahap untuk menaikkan suku bunga. Tentu langkah itu dengan mempertimbangkan banyak aspek dan melihat situasi dan kondisi dari perekonomian AS, terutama tingkat inflasi dan tingkat tenaga kerja.



"Jika Anda kembali ke Maret, tendensi sentral dari komite itu adalah 3-4 tingkat kenaikan suku bunga untuk tahun ini. Kami sudah memilikinya. Saya masih berpikir itu cara yang tepat untuk memikirkannya mengingat peningkatan ekonomi yang berkelanjutan," tukasnya.

Williams akan meninggalkan jabatannya di San Francisco untuk menjadi Kepala the Fed New York setelah Presiden Fed New York saat ini William Dudley pergi. Dudley mengumumkan pada akhir tahun lalu bahwa ia akan keluar pada pertengahan 2018. Hari terakhirnya adalah 17 Juni.

Sebagai Presiden Distrik New York, Williams akan mengawasi meja perdagangan penting yang membantu menetapkan tingkat dana kunci the Fed yang digunakan sebagai patokan berbagai jenis konsumen dan utang bank.

 


(ABD)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi