Gedung The Fed (FOTO: AFP)
Gedung The Fed (FOTO: AFP)

Fed Beri Sinyal Lebih Banyak Naikkan Suku Bunga

Ekonomi ekonomi amerika the fed
Angga Bratadharma • 29 September 2018 16:05
New York: The Fed mengindikasikan adanya rencana untuk terus menaikkan suku bunga acuan yang banyak orang harapkan menjadi pesan hawkish untuk pasar saham. Adapun rencana tersebut sejalan dengan membaiknya perekonomian Amerika Serikat (AS) dan terkendalinya tingkat inflasi yang dinilai the Fed sesuai dengan kisaran target.

Ekonom Wall Street memperkirakan Fed akan membuat sejumlah perubahan yang memperkuat nada hawkish, termasuk meningkatkan perkiraan pertumbuhannya yang terdengar lebih percaya diri tentang prospek dan menjatuhkan bahasa yang mengatakan kebijakannya akomodatif.

"Saya pikir ada satu hal yang sangat penting yang harus kita saksikan, di mana mereka meningkatkan perkiraan pertumbuhan jangka panjang. Saat ini, 1,8 persen. Jika mereka membawanya hingga 1,9 persen, itu sinyal yang cukup penting," kata Manajer Portofolio Morgan Stanley Investment Management Jim Caron, seperti dikutip dari CNBC, Sabtu, 29 September 2018.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?



Tingkat pertumbuhan jangka panjang yang lebih tinggi adalah hawkish dan bullish. Ini berarti the Fed juga kemungkinan menaikkan perkiraan jangka pendeknya, tetapi itu juga berarti Fed melihat laju pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan lebih tinggi, menyiratkan pertumbuhan pendapatan perusahaan yang lebih tinggi.

Kepala Strategi Jangka Pendek AS di Bank of America Merrill Lynch Mark Cabana juga mengharapkan the Fed untuk meningkatkan perkiraan pertumbuhannya untuk jangka pendek dan jangka panjang. "Saya tidak berpikir Fed akan keluar dan terdengar seperti mereka berada di jalur perang untuk menaikkan suku bunga. Saya pikir mereka lebih terukur," tuturnya.

Pakar JP Morgan mengharapkan the Fed untuk mencatat perubahan dalam kebijakannya. JP Morgan percaya perubahan yang paling penting untuk pernyataan akan menjatuhkan referensi untuk kebijakan yang akomodatif dan tidak membuat penilaian lebih lanjut apakah kebijakan itu stimulatif atau restriktif.

"Kami berharap Powell akan terus bermain dalam aspek pertahanan," pungkasnya.

 


(ABD)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi