Ilustrasi. FOTO: AFP
Ilustrasi. FOTO: AFP

Minyak Dunia Bergelora Usai Stok AS Jatuh

Ekonomi minyak mentah
Angga Bratadharma • 25 Oktober 2019 08:03
New York: Harga minyak dunia menguat pada Kamis waktu setempat (Jumat WIB) karena terkejut oleh penurunan stok minyak mentah Amerika Serikat (AS). Selain itu, penguatan juga terjadi karena prospek penurunan produksi lebih lanjut oleh produsen minyak utama mengimbangi kekhawatiran pada melemahnya permintaan.
 
Mengutip Xinhua, Jumat, 25 Oktober 2019, minyak West Texas Intermediate untuk pengiriman Desember naik USD0,26 atau 0,46 persen menjadi USD56,23 per barel di New York Mercantile Exchange, menyusul kenaikan 2,73 persen pada sesi sebelumnya.
 
Sementara itu, minyak mentah Brent untuk pengiriman Desember naik sebanyak USD0,50 atau 0,82 persen menjadi UDS61,67 per barel di London ICE Futures Exchange. Sebelumnya Brent naik 2,46 persen pada Rabu waktu setempat (Kamis WIB).
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Persediaan minyak mentah AS menurun selama pekan yang berakhir 18 Oktober, lapor Administrasi Informasi Energi AS. Menurut Weekly Petroleum Status Report, persediaan minyak mentah komersial AS yang tidak termasuk dalam Strategic Petroleum Reserve, turun 1,7 juta barel dari minggu sebelumnya. Analis memperkirakan naik 2,2 juta barel.
 
Harga minyak juga didukung oleh berita bahwa Organisasi Negara-Negara Pengekspor Minyak (OPEC) dan sekutunya sedang mempertimbangkan untuk menerapkan pengurangan produksi yang lebih besar ketika mereka bertemu pada Desember. Langkah itu dalam upaya untuk melawan pertumbuhan permintaan yang lebih lemah.
 
Pada Juli, OPEC dan Rusia, bersama dengan anggota non-OPEC lainnya sepakat untuk memperpanjang pengurangan produksi 1,2 juta barel per hari selama sembilan bulan, sebuah langkah yang dirancang untuk menjaga harga minyak tidak jatuh.
 
Di sisi lain, bursa saham Amerika Serikat berakhir bervariasi pada Kamis waktu setempat (Jumat WIB). Saham Tesla dan Microsoft terpantau naik karena laba kuartal ketiga yang kuat. Meski demikian, perang dagang yang berkecamuk antara Beijing dan Washington masih memberikan tekanan tersendiri terhadap gerak pasar saham.
 
Indeks Dow Jones Industrial Average turun sebanyak 28,42 poin atau 0,11 persen menjadi 26.805,53. Sedangkan S&P 500 meningkat 5,77 poin atau 0,19 persen menjadi 3.010,29. Indeks Komposit Nasdaq meningkat 66,00 poin atau 0,81 persen menjadi 8.185,80.
 
Sebanyak enam dari 11 sektor utama S&P 500 diperdagangkan lebih tinggi jelang penutupan pasar, dengan sektor teknologi informasi naik 1,48 persen, memimpin penguatan. Mayoritas dari 30 saham unggulan di Dow memperpanjang kerugian di jelang penutupan, dengan saham 3M dan Johnson & Johnson turun 4,07 persen dan 1,85 persen.
 

(ABD)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif