Ilustrasi. FOTO: AFP
Ilustrasi. FOTO: AFP

Minyak Dunia Menggeliat di Tengah Ketegangan Geopolitik

Ekonomi minyak mentah
Angga Bratadharma • 07 Januari 2020 08:02
New York: Harga minyak dunia terus menggeliat pada Senin waktu setempat (Selasa WIB), setelah militer Amerika Serikat (AS) membunuh seorang Jenderal Iran. Kondisi itu memicu kekhawatiran bahwa meningkatnya ketegangan di Timur Tengah dapat mengganggu produksi energi di wilayah tersebut.
 
Mengutip Xinhua, Selasa, 7 Januari 2020, minyak West Texas Intermediate untuk pengiriman Februari naik USD0,22 menjadi USD63,27 per barel di New York Mercantile Exchange. Minyak mentah brent untuk pengiriman Maret naik USD0,31 menjadi USD68,91 per barel di London ICE Futures Exchange.
 
Amerika Serikat membunuh Mayor Jenderal Qassem Soleimani, komandan Pasukan Pengawal Revolusi Islam Iran Quds, dalam serangan udara di Baghdad yang akhirnya memicu meningkatnya ketegangan di Timur Tengah. Pelaku pasar khawatir bahwa meningkatnya ketegangan Timur Tengah dapat berdampak pada produksi energi di kawasan kaya minyak.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Yang menyumbang hampir sepertiga dari pasokan minyak global," kata para analis.
 
Tetapi analis juga mencatat bahwa meskipun ada ketegangan geopolitik, kapasitas cadangan minyak mungkin tetap memadai. Analis berharap pasar minyak dapat kelebihan pasokan di tahun ini karena pertumbuhan pasokan non-OPEC melampaui pertumbuhan permintaan minyak yang moderat.
 
Sementara itu, bursa saham Amerika Serikat berakhir merekah pada perdagangan Senin waktu setempat (Selasa WIB), didorong oleh kenaikan yang kuat pada saham teknologi utama. Di sisi lain, disepakatinya kesepakatan dagang fase satu antara AS dengan Tiongkok turut memberikan dukungan kepada pasar saham.
 
Indeks Dow Jones Industrial Average naik sebanyak 68,50 poin atau 0,24 persen menjadi 28.703,38. Sedangkan S&P 500 naik sebanyak 11,43 poin atau 0,35 persen menjadi 3.246,28. Indeks Komposit Nasdaq meningkat 50,70 poin atau 0,56 persen menjadi 9.071,46.
 
Saham raksasa teknologi AS yakni kelompok FAANG yang terdiri dari Facebook, Apple, Amazon, Netflix, dan Google-parent Alphabet, semuanya ditutup lebih tinggi. Delapan dari 11 sektor utama S&P 500 naik, dengan layanan komunikasi naik 1,22 persen, memimpin kenaikan. Sektor bahan turun 0,45 persen, kelompok berkinerja terburuk.
 

(ABD)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif